Sabtu, 28 Januari 2017

Pemicu Serangan Jantung Disekita Kita

Pemicu Serangan Jantung Disekita Kita

Penyakit jantung merupakan salah satu penyakit yang membunuh banyak orang di dunia. Berbagai pemicu serangan jantung bisa ditemukan dalam kehidupan sehari-hari, seperti merokok, minum kopi, stres. Besarnya peningkatan risiko serangan jantung berbeda-beda tergantung pemicunya. Dengan tetap waspada dan membiasakan diri melakukan gaya hidup sehat, resiko serangan jantung dapat dihindari. Di bawah ini berbagai pemicu serangan jantung, simak ulasannya.

1. Kopi
Seseorang yang mengkonsumsi kopi berlebihan setiap harinya yaitu lebih dari empat gelas, menyebabkan pembuluh darah menjadi mengerut dan menimbulkan gangguan pada jantung saat sedang memompa. Denyut jantung menjadi lambat dan tersendat-sendat. Hal ini dapat menimbulkan sesak, nyeri dada dan keterbatasan aktivitas. Pecandu kopi rata-rata 1,5 kali lebih rentan mengalami serangan jantung dalam waktu 1 jam sesudah minum kopi.

2. Rokok
Sekitar 20% dari kematian akibat penyakit jantung di dunia secara langsung berhubungan dengan merokok. Resiko seseorang terkena serangan jantung meningkat drastis seiring jumlah rokok yang dihisapnya dan semakin lamanya merokok. Orang yang merokok satu bungkus sehari memiliki resiko serangan jantung dua kali lebih tinggi dibandingkan orang yang tidak merokok. Asap rokok tidak hanya mempengaruhi perokok, tetapi orang di sekitarnya juga. Diperkirakan 35.000 perokok pasif meninggal karena penyakit jantung setiap tahunnya. Rokok kaya akan racun yang dapat menyebabkan pembekuan darah, menghambat aliran darah ke jantung dan menyababkan penimbunan plak di arteri.

3. Alkohol
Meminum alkohol dalam jumlah banyak dikaitkan dengan meningkatnya resiko serangan jantung. Pecandu alkohol yang mengkonsumsi lebih dari 90 gram alkohol setiap hari selama 5 tahun atau lebih beresiko terkena alcoholic cardiomyopathy, yaitu pelemahan oto jantung. Alkohol juga bisa meningkatkan tekanan darah sehingga membuat beban jantung meningkat. Pecandu alkohol tiga kali lebih beresiko mengalami serangan jatung dalam waktu 12 jam sesudah meminum alkohol.

4. Garam berlebih
Semakin banyak garam yang dikonsumsi, maka akan semakin tinggi tekanan darah. Tekanan darah yang tinggi dapat menyebabkan stroke, gagal ginjal, dan serangan jantung. Konsumsi garam sering tidak disadari. sebisa mungkin hindari makanan dengan garam terlalu banyak.

5. Olahraga berat
Olahraga berat jika dilakukan oleh orang yang bisanya tidak rutin  berolahraga justru akan mendatangkan bahaya. bagi yang jarang berolahraga resiko serangan jantung saat berolahraga berat bisa meningkat tiga kali lipat dibandingkan yang rutin berolahraga. Terjadinya serangan jantung saat berolahraga sebenarnya disebabkan kelelahan yang tidak dirasakan. Pada saat tubuh dalam kondisi kelelahan detak jantung akan melebihi detak normalnya.

6. Stres
Pada kondisi wajar stres diperlukan untuk memotivasi dan memacu diri dalam mencapai impian, namun dalam jumlah berlebih dapat mempengaruhi keadaan tubuh dan pikiran. Stres dapat menyebabkan munculnya berbagai penyakit seperti depresi, sakit kepala, gangguan pencernaan, sakit jantung, dan stroke. Ada baiknya mulai saat ini Anda belajar mengatur emosi sehingga dapat meminimalisir stres. Stres akan membuat jantung bekerja lebih keras sehingga rentan terhadap serangan jantung.

7. Obesitas
Obesitas adalah kondisi tubuh yang mana terdapat kelebihan lemak, terutama disekitar pinggang yang dapat menyebabkan masalah kesehatan. Penelitian menunjukkan bahwa obesitas menyebabkan penebalan dinding ventrikel kiri jantung. Obesitas juga dapat menyebabkan peningkatan kolestrol darah, trigliserida dan rendahnya kolestrol baik.

8. Kurang sayuran
Buah dan sayuran kaya akan vitamin penting yang akan menjaga kesehatan jantung. Mereka yang rajin mengkonsumsi buah dan sayur akan memiliki resiko kecil terkena serangan jantung dibandingkan dengan mereka yang jarang mengkonsumsi buah dan sayur. 

9. Kurang tidur dan tidur berlebihan
Apabila Anda memiliki kebisasaan kurang tidur atau terlalu banyak tidur, sebaiknya menghindari kebiasaan tersebut. Karena apabila tubuh kurang tidur lima jam atau tidur lebih dari sembilan jam akan mengakibatkan rusaknya sistem tekanan darah dan juga meningkatkan stres yang dapat memicu serangan jantung.

10. Polusi lalu lintas
Menurut penelitian berbagai masalah jantung termasuk penyumbatan pembuluh darah lebih sering dialami orang yang tinggal di tepi jalan utama. Polusi meningkatkan resiko serangan jantung hingga tiga kali lipat dalam waktu satu jam.




Loading...

Artikel Terkait