Senin, 20 Februari 2017

Ampicillin

Tags


Farmakologi

Ampisilin (ampicillin) adalah antibiotik golongan beta laktam termasuk keluarga penisillinum yang mempunyai spektrum luas, aktif terhadap bakteri gram negatif maupun gram positif. ampisilin (ampicillin) adalah bakteriocidal yang bekerja dengan cara menghambat secara irreversibel aktivitas enzim transpeptidase yang dibutuhkan untuk sintesis dinding sel bakteri. Secara spesifik ampisilin (ampicillin) menghambat tahap tiga-tahap akhir dari proses sintesis dinding sel bakteri yang merupakan awal dari kehancuran sel bakteri tersebut.

Cara Kerja 

Ampisilina termasuk golongan penisilina semisintetik yang berasal dari inti penisilina yaitu asam 6-amino penisilinat (6-APA) dan merupakan antibiotik spektrum luas yang bersifat bakterisid. Secara klinis efektif terhadap kuman gram-positif yang peka terhadap penisilina G dan bermacam-macam kuman gram-negatif, diantaranya : 1.Kuman gram-positif seperti S. pneumoniae, enterokokus dan stafilokokus yang tidak menghasilkan penisilinase. 2.Kuman gram-negatif seperti gonokokus, H. influenzae, beberapa jenis E. coli, Shigella, Salmonella dan P. mirabilis.

Indikasi

Ampisilina digunakan untuk pengobatan:
  • Infeksi saluran pernafasan,seperti pneumonia faringitis, bronkitis, laringitis. 
  • Infeksi saluran pencernaan, seperti shigellosis, salmonellosis. 
  • Infeksi saluran kemih dan kelamin, seperti gonore (tanpa komplikasi), uretritis, sistitis, pielonefritis. 
  • Infeksi kulit dan jaringan kulit. Septikemia, meningitis.  

Kontraindikasi

Hipersensitif terhadap penisilina.

Dosis

Untuk pemakaian oral dianjurkan diberikan ½ sampai 1 jam sebelum makan.
Terapi oral Dewasa dan anak-anak dengan berat badan lebih dari 20 kg
  • Infeksi saluran pernafasan : 250 - 500 mg setiap 6 jam. 
  • Infeksi saluran pencernaan, saluran kemih dan kelamin : 500 mg setiap 6 jam. 
Anak-anak dengan berat badan 20 kg atau kurang : 50 - 100 mg/kg BB sehari diberikan dalam dosis terbagi setiap 6 jam. Pada infeksi yang berat dianjurkan diberikan dosis yang lebih tinggi.

Efek Samping

Pada beberapa penderita, pemberian secara oral dapat disertai diare ringan yang bersifat sementara disebabkan gangguan keseimbangan flora usus. Umumnya pengobatan tidak perlu dihentikan. Flora usus yang normal dapat pulih kembali 3 - 5 hari setelah pengobatan dihentikan. Gangguan pada saluran pencernaan seperti glossitis, stomatitis, mual, muntah, enterokolitis, kolitis pseudomembran. Pada penderita yang diobati dengan Ampisilina, termasuk semua jenis penisilina dapat timbul reaksi hipersensitif, seperti urtikaria, eritema multiform. Syok anafilaksis merupakan reaksi paling serius yang terjadi pada pemberian secara parenteral.


HARUS DENGAN RESEP DOKTER


Loading...

Artikel Terkait