Senin, 13 Februari 2017

Cefixime - Indikasi, Dosis, Efek samping, Kontraindikasi

Tags

Cefixime - Indikasi, Dosis, Efek samping, Kontraindikasi

Cara Kerja Obat

Cefixime merupakan antibiotik semisintetik golongan sefalosporin. Bersifat bakterisid dengan menghambat sintesis dinding sel. Cefixime aktif melawan mikroganisme gram positif seperti Streptococcus sp, Streptococcus pneumonia dan mikroganisme gram negatif seperti Haemophilus influenza, Moraxella (Branhamella) catarrhalis, Escherichia coli, dan Proteus sp. Obat ini mempunyai stabilitas yang tinggi terhadap organisme penghasil beta-laktamase. Cefixime didistribusikan ke dalam sputum, tonsil, sinus maxillaris, mukosa, sekret dari telinga, cairan empedu, jaringan kandung empedu, cairan vesikel, dan cairan prostat. Cefixime diekskresikan terutama melalui ginjal. Tidak ditemukan metabolik aktif antibakteri pada serum atau urin manusia.

Indikasi 

Cefixime diindikasikan untuk mengobati infeksi yang disebabkan oleh strains mikroganisme yang peka seperti berikut ini :
  • Infeksi kemih tanpa komplikasi yang disebabkan oleh Escherichia coli dan Proteus mirabilis.
  • otitis media yang disebabkan Haemophilus influenza, Moraxella (Branhamella) catarrhalis, dan Streptococcus pyogenes. 
  • Faringitis dan tonsilitis yang disebabkan Streptococcus pyogenes.
  • Bronkitis akut yang disebabkan Streptococcus pneumonia dan Haemophilus influenza.


Dosis dan Cara Pemberian

  • Dewasa dan anak-anak dengan berat badan > 30 kg : 50-100 mg, 2 kali sehari. Dosis disesuaikan dengan umur, berat badan dan kondisi pasien. Untuk infeksi berat : dosis ditingkatkan sampai 200 mg, 2 kali sehari.
  • Penderita gagal ginjal : dosis dan frekuensi pemberian tergantung pada tingkat keparahan. 
  • Anak-anak dengan berat badan < 30 kg. Suspensi: Dosis harian pada bayi adalah 1,5-3 mg (potensi)/kg berat badan diberikan 2 kali sehari secara per oral. Dosis harus disesuaikan berdasarkan pada kondisi pasien. Untuk infeksi-infeksi yang lebih berat atau tidak dapat diobati, dosis harus ditingkatkan sampai 6 mg (potensi)/kg berat badan diberikan 2 kali sehari secara per oral.
  • Pada anak-anak, otitis media harus diberikan pengobatan dalam bentuk sediaan suspensi. Otitis media telah dihubungkan dengan suspensi dan hasilnya memperlihatkan bahwa untuk sediaan suspensi memberikan tingkat puncak darah yang lebih tinggi dari pada bentuk sediaan tablet pada pemberian dosis yang sama. Karena itu, suspensi tidak boleh diganti dengan bentuk sediaan lain pada pengobatan otitis media.

Peringatan dan Perhatian

  • Penggunaan jangka panjang dapat menimbulkan pertumbuhan organisme yang tidak sensitif.
  • Pada wanita menyusui, pemberian ASI harus dihentikan sementara selama penggunaan obat ini.
  • Keamanan pada wanita hamil belum diketahui. Pemberian obat ini pada wanita hamil, hanya boleh dilakukan jika efek terapetiknya lebih besar daripada risikonya.
  • Manfaat dan keamanan obat ini pada anak-anak dengan usia kurang dari 6 bulan belum diketahui.
  • Hati-hati penggunaan obat ini pada:
    • Penderita yang hipersensitif terhadap penisilin.
    • Penderita yang mengidap penyakit gastrointestinal, khususnya kolitis.
    • Penderita dengan catatan medis individu atau keluarga mempunyai penyakit alergi seperti asma bronkial, erupsi kulit, dan urtikaria.
    • Penderita dengan kerusakan fungsi ginjal yang serius.
    • Penderita dengan nutrisi secara oral yang buruk.
  • Sediaan ini sebaiknya jangan diberikan pada penderita yang masih dapat diobati dengan antibiotik lain. Jika perlu dapat diberikan dengan hati-hati.

Efek Samping

  • Gastrointestinal, mungkin terjadi kolitis serius, seperti pseudomembranous colitis yang ditandai dengan adanya darah dalam tinja. Nyeri abdomen, diare, anoreksia, mual, muntah, dispepsia, flatulens, pruritus ani, dan mulut kering dilaporkan terjadi.
  • Sistem saraf, sakit kepala, gugup, insomnia, mengantuk, malaise dan fatigue.
  • Reaksi hipersensitif, erupsi kulit, urtikaria, drug fever, pruritus, dan artralgia. Hentikan pengobatan jika terjadi reaksi hipersensitif selama penggunaan cefixime.
  • Renal dan genitourunari, terajadi peningkatan sementara dari BUN dan konsentrasi kreatinin serum. Jarang terjadi dysuria dan pyuria. Genital pruritus, vaginitis, dan vaginal candidiasis dilaporkan pernah terjadi pada penderita yang menggunakan cefixime.
  • Hematologi, jarang terjadi trombisitopenia, trombositosis, leukopenia, leukositosis, eosinofilia, konsentrasi hemoglobin menurun, dan hematokrit.
  • Hepatik, terjadi peningkatansementara SGOT, SGPT, alkaline phosphatase, bilirubin, dan LDH.
  • Pernapasan, jarang terjadi interstitial pneumonia atau sindrom PIE yang ditandai oleh demam, batuk, sesak napas, dan abnormal chest x-ray atau eosinofilia. Jika gejala-gejala ini timbul, hentikan segera penggunaan obat dan lakukan pemberian hormon adrenokortikal.
  • Perubahan pada flora bakteri, terjadi stomatitis atau candidiasis.
  • Efek lain, peningkatan konsentrasi amilase serum.
  • Pengujian laboratorium, hasil positif palsu terjadi pada pengujian glukosa urin dengan menggunakan larutan benedict, larutan fehling, dan clinitest. Hasil positif langsung diperoleh dengan menggunakan coomb test. Hasil positif palsu diperoleh pada pengujian keton urin dengan menggunakan nitroprusid.

Kontraindikasi

pasien yang hipersensitif terhadap obat ini atau terhadap golongan sefalosporin lainnya.

Interaksi Obat

  • Antasida: Pemberian antasida yang mengandung aluminium hidroksida dan magnesium hidroksida pada individu sehat secara simultan 2 jam sebelum atau setelah pemberian suatu dosis tunggal cefixime 400 mg secara oral, tidak memberikan efek klinis terhadap farmakokinetik suatu antiinfeksi.
  • Probenesid: Pemberian probenesid bersama-sama dengan cefixime dapat meningkatkan konsentrasi serum puncak dan area di bawah kurva konsentrasi serum-waktu dari cefixime. Di samping itu menurunkan klirens renal dan volume distribusi dari cefixime.
  • Karbamazepin: Pemberian bersama-sama cefixime dan karbamazepin akan meningkatkan konsentrasi karbamazepin dalam plasma.
  • Nifedipin: Pemberian bersama-sama cefixime dan nifedipin akan meningkatkan bioavailabilitas oral dari cefixime.

Overdosis

Pada overdosis akut: dilakukan pembilasan lambung, karena tidak terdapat antidotum yang spesifik. Cefixime tidak secara substansial dipindahkan oleh hemodialisis atau dialisis peritoneal.

HARUS DENGAN RESEP DOKTER


Loading...

Artikel Terkait