Sabtu, 18 Februari 2017

Ciprofloxacin

Tags

Ciprofloxacin

Cara Kerja

Ciprofloxacin adalah suatu fluorokuinolon yang bersifat bakterisidal dan berspektrum luas. Efek antibakterinya berdasarkan penghambatan enzim DNA-giraseikuman.

Indikasi

Ciprofloxacin diindikasikan untuk infeksi-infeksi yang disebabkan oleh kuman-kuman yang peka terhadap ciprofloxacin yaitu:

  • Infeksi saluran kemih dengan atau tanpa penyulit, misalnya yang disebabkan oleh kuman E. coli, K. pneumoniae, P. mirabilis, E. Cloacae, Serratia marcescens, Citrobacter freundii. Prostatitis bakterial juga responsif terhadap pemberian ciprofloxacin.
  • Infeksi saluran cerna, antara lain diare bakterial yang disebabkan oleh E. coli, C. jejuni, Shigella spp. Demam tifoid dan paratiroid juga responsig terhadap pengpbatan dengan ciprofloxacin.
  • Penyakit yang ditularkan melalui hubungan kelamin misalnya gobore
  • Infeksi saluran napas bawah yang disebabkan oleh E. coli. K. pneumoniae, E. cloaecae, dll.
  • Pneumoniae aspirasi yang disebabkan oleh kuman anaerob kurang responsif terhadap ciprofloxacin.
  • Infeksi kulit dan jaringan lunak.
  • Infeksi tulang dan sendi.

Kontraindikasi

  • Hipersensitivitas terhadap ciprofloxacin
  • Anak-anak dan remaja pada fase pertumbuhan.
  • Wanita hamil dan menyusui.

Peringatan dan Perhatian

  • Penderita dengan kelainan fungsi ginjal mungkin memerlukan pengurangan dosis obat.
  • Untuk mencegah terjadinya kristaluria, penderita dianjurkan banyak minum.

Efek Samping

  • Gangguan saluran cerna: mual, muntah, diare, nyeri abdomen, kembung dan anoreksia.
  • Gangguan susunan saraf pusat: pusing, sakit kepala, rasa letih, kadang-kadang gangguan penglihatan.
  • Reaksi kulit berupa ruam kulit.
Ciprofloxacin sebaiknya diberikan 2 jam sesudah makan, namun dapat juga diberikan bersama makanan. Penderita perlu diingatkan agar minum cukup banyak dan tidak menggunakan antasida bersamaan dengan ciprofloxacin.


HARUS DENGAN RESEP DOKTER


Loading...

Artikel Terkait