Senin, 20 Februari 2017

Perdarahan Uterus Disfungsional - PUD

Perdarahan Uterus Disfungsional - PUD

Definisi

Perdarahan uterus disfungsional (PUD) adalah suatu kondisi yang mempengaruhi hampir setiap wanita di beberapa titik dalam hidupnya. Perdarahan uterus disfungsional adalah suatu kondisi yang menyebabkan perdarahan vagina terjadi di luar siklus menstruasi yang teratur.

Hampir semua wanita pernah mengalami gangguan haid semasa hidupnya. Gangguan ini dapat berupa siklus haid yang memanjang atau memendek, maupun perdarahan abnormal yang berkepanjangan. Peristiwa ini dapat terjadi setiap saat dalam kurun waktu antara menars dan menopause.

Perdarahan uterus disfungsional dapat dibedakan menjadi penyebab dengan siklus ovulasi dan penyebab yang berhubungan dengan siklus anovulasi. Namun ada beberapa kondisi yang dikaitkan dengan perdarahan rahim disfungsional, antara lain :
  • Kegemukan (obesitas) 
  • Faktor kejiwaan 
  • Alat kontrasepsi hormonal 
  • Alat kontrasepsi dalam rahim (intra uterine devices) 
  • Beberapa penyakit dihubungkan dengan perdarahan rahim, misalnya: trombositopenia (kekurangan trombosit atau faktor pembekuan darah), kencing manis, dan lain-lain 
  • Walaupun jarang, perdarahan rahim dapat terjadi karena: tumor organ reproduksi, kista ovarium (polycystic ovary disease), infeksi vagina.

Penyebab

Penyebab utama perdarahan uterus disfungsional adalah :
  • Ketidak seimbangan dalam hormon seks menyebabkan ketidakseimbangan dalam hormon estrogen dan progesterone. 
  • Membuat siklus menstruasi yang tidak teratur. 
  • Endometriosis ( lapisan rahim) tumbuh di luar rahim, endometriosis sering menyebabkan perdarahan berat. 
  • Polip uterus pertumbuhan ini kecil terjadi dalam rahim. 
  • Fibroid rahim adalah pertumbuhan otot kecil yang terjadi dalam rahim.

Tanda dan Gejala

Tanda-tanda dari penyakit perdarahan uterus disfungsional diantaranya :
  • Perdarahan menstruasi berat. 
  • Perdarahan yang mengandung banyak gumpalan atau bekuan besar. 
  • Perdarahan yang berlangsung lebih dari tujuh hari. 
  • Perdarahan yang terjadi kurang dari 21 hari dari siklus terakhir.

Gejala-gejala yang dirasakan dari penyakit perdarahan uterus disfungsional diantaranya :
  • Bercak 
  • Perdarahan antara periode 
  • Nyeri payudara 
  • Kembung 
  • Pusing 
  • Pingsan 
  • Kelemahan 
  • Tekanan darah rendah 
  • Peningkatan denyut jantung 
  • Kulit pucat Nyeri

Pengobatan

Pada dasarnya tujuan penatalaksanaannya adalah:
  • Memperbaiki keadaan umum 
  • Menghentikan perdarahan 
  • Mengembalikan fungsi hormone reproduksi 
  • Menghilangkan ancamam keganasan 
  • Penghentian perdarahan 
Terdapat tiga golongan obat-obatan yang digunakan dalam penatalaksanaan PUD yaitu : hormonal, nonsteroid antiinflamatory agents (NSAIDS) dan antifibrinolitik.

Komplikasi

Perdarahan uterus disfungsional bisa menimbulkan komplikasi sebagai berikut:
  • Infertilitas dari kurangnya ovulasi.
  • Parah anemia dari perdarahan haid berkepanjangan atau berat
  • Penumpukan dinding rahim tanpa perdarahan haid yang cukup (faktor kemungkinandalam perkembangan kanker endometrium)

Loading...

Artikel Terkait