Kamis, 30 Maret 2017

Bagaimana Perkembangan Anak Usia 8 Tahun

Tags

Bagaimana Perkembangan Anak Usia 8 Tahun

Seorang anak harus mampu untuk

  1. Perkembangan fisik lebih stabil dan lebih bertingkat, jika dibandingkan dengan usia di bawah delapan tahun. 
  2. Otot semakin kekar, keterampilan gerak meningkat.
  3. Kemampuan untuk memahami dan mengkomunikasikan berbagai konsep yang abstrak dan idea yang komplek mulai berkembang.
  4. Ruang lingkup perhatian semakin luas, dan ia mampu memfokuskan perhatiannya pada masa lalu, masa yang akan datang ataupun masa kini.
  5. Kemampuan belajarnya semakin luas, dan ia mampu membaca, menulis, serta memecahkan masalah dilingkungan sekolah. 
  6. Teman-teman dan pergaulan dengan kelompoknya semakin menjadi penting.
  7. Minat untuk pertemanan termasuk menikmati waktu bersama ia dan kelompoknya serta merujuk kepada kelompoknya untuk mendapatkan informasi.
  8. Kemampuan mengendalikan dirinya meningkat, dan memahami masalah emosi yang lebih komplekpun meningkat pula. 

Nasihat untuk para orang tua dan pengasuh

  1. Menjadi tokoh panutan baik untuk anak perempuan maupun anak laki-laki. 
  2. Mendorong anak untuk dapat mengekspressikan perasaan dan keyakinannya serta kemampuan untuk memecahkan masalah. 
  3. Mengenal dan mendukung kekuatan anak, keterampilannya sebagaimana juga keterbatasannya. 
  4. Meluangkan waktu bersama anak untuk ngobrol, bicara dan mendengarkan anak. 
  5. Mengembangkan kegiatan yang dapat dikerjakan bersama anak, yang dapat menyebabkan anak merasa berhasil, aman dan disayangi. 
  6. Mendukung dan memfasilitasi waktu anak bermain dengan teman-temanya, atau pun dalam kegiatan ekstra kurikulernya.
  7. Hargai dan dorong perilaku positif serta membuat ketentuan yang jelas dan konsisten. 
  8. Tunjukkan minat dan terlibat dalam sekolah anak anda, ingat bahwa ayah dan ibu serta pengasuh merupakan guru pertama dan utama. 

Berbagai tanda peringatan yang harus diwaspadai

  1. Kesulitan untuk mencari dan mempertahankan teman serta sulit untuk turut dalam kegiatan kelompok. 
  2. Menghindari tugas dan tantangan tanpa melakukan usaha, serta menujukkan gejala pasrah. 
  3. Sulit menyampaikan kebutuhan, pikiran dan perasaan. 
  4. Sulit memfokuskan diri pada tugas, memahami dan menyelesaikan pekerjaan sekolah. 
  5. Sikap melawan yang berlebihan, atau rasa malu terhadap teman dan keluarga.


Loading...

Artikel Terkait