Sabtu, 08 April 2017

Mulai Usia 6 Bulan, Bayi Memerlukan Makanan Tambahan

Tags

Mulai Usia 6 Bulan, Bayi Memerlukan Makanan Tambahan

Anak usia 0-6 bulan, hanya memerlukan ASI saja sebagai makanan dan minuman utama mereka. Mulai usia enam bulan, bayi memerlukan makanan tambahan lain di samping ASI untuk menjamin pertumbuhan dan perkembangan yang optimal.

Dalam usia enam bulan pertama, saat bayi berada dalam kondisi yang paling rentan, pemberian ASI eksklusif akan sangat membantu mencegah diare dan berbagai penyakit infeksi lainnya, serta memberikan awal yang terbaik bagi kehidupnya.

Mulai usia enam bulan, anak memerlukan tambahan makanan dan minuman lain di samping ASI. Hal ini akan memberikan tenaga, protein, dan berbagai zat gizi lain yang diperlukan untuk menunjang pertumbuhan dan perkembangannya.

Berbagai jenis makanan, sayuran dan buah-buahan, daging, daging unggas, ikan dan telur akan membantu memenuhi kebutuhan gizi anak. Memberi ASI sampai dengan usia dua tahun, atau lebih akan membantu menyediakan berbagai sumber gizi penting yang dapat menangkal penyakit

Jika makanan lumat, lembik, dan makanan padat terlambat diperkenalkan kepada anak, anak tidak akan mendapatkan asupan berbagai zat gizi yang diperlukan. Hal ini akan memperlambat pertumbuhan dan perkembangan anak.

Ketika mengenalkan makanan padat, sebaiknya diawali dengan makanan lumat, dan lembik, dan secara bertahap beralih ke jenis makanan keluarga. Semakin beragam makanan sehat yang diberikan, menu makanan anak makin menjadi menu yang bergizi dan seimbang.

Konsistensi dan keragaman makanan harus disesuaikan dengan kebutuhan anak serta kemampuan makan anak. Mulai usia enam bulan, anak dapat menikmati makanan lumat, seperti bubur atau sop yang kental. Pada usia delapan bulan, hampir semua anak mampu makan sendiri makanan ringan yang dapat dimakan sendiri oleh anak. Pada usia 12 bulan, hampir semua anak sudah dapat makan jenis makanan yang serupa dengan anggota keluarga lainnya.

Orang tua dan para pengasuh harus mencegah untuk tidak melakukan pemberian makanan yang dapat menyebabkan anak tersedak, seperti jenis makanan kacang, anggur, dan wortel mentah serta makanan lain yang memiliki bentuk tertentu yang nantinya dapat tertahan di tenggorokan.

Mungkin akan sulit memenuhi kebutuhan gizi anak tanpa makanan yang berasal dari hewan. Dengan demikian menjadi penting untuk memberi anakberbagai makanan yang difortifikasi (diberikan zat gizi mikro) atau berbagai vitamin dan suplemen mineral, yang berbentuk bubuk, sirup dan berbagai tablet. Petugas kesehatan terlatih dapat memberikan nasihat kepada orang tua atau pengasuh tentang jenis makanan bergizi tinggi atau jenis suplemen yang boleh dikonsumsi.

Loading...

Artikel Terkait