Selasa, 31 Januari 2017

Tuberkulosis (TBC) - Definisi, Gejala, Penularan, dan Pengobatan

penyakit TBC

Definisi TBC

Tuberkulosis adalah penyakit infeksi yang disebabkan oleh mycrobacterium tuberculosis. Di masyarakat tuberkulosis dikenal dengan sebutan penyakit TBC atau penyakit flek. Kuman tuberkulosis sudah ditemukan sejak 24 Maret 1882, tetapi sampai sekarang belum ada satu negara pun di dunia yang bebas tuberkulosis. Bahkan penyakit TBC masih merupakan penyakit infeksi saluran napas yang paling sering dijumpai di Indonesia. Penyakit TBC bukanlah penyakit bawaan, bukan juga penyakit keturunan dan guna-guna, penyakit TBC juga bukan disebabkan oleh kelainan genetik.

Berdasarkan laporan Badan Kesehatan Dunia (WHO) bahwa pada tahun 2014 terdapat sekitar 9 juta kasus TBC baru di dunia. Di Indonesia berdasarkan data Kementrian kesehatan tahun 2015 jumlah kasus TBC telah mengalami penurunan. Data Direktorat Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kementerian Kesehatan menyebutkan hingga akhir 2015 jumlah orang yang diduga TBC yang diperiksa adalah 1.210.659 orang, dan jumlah kasus TBC ternotifikasi sebanyak 324.020 kasus termasuk di antaranya kasus TBC anak sebanyak 23.080 kasus.

Kuman tuberkulosis bersifat sangat aerobic yaitu membutuhkan oksigen untuk kehidupannya, Oleh karena itu penyakit TBC paling sering menyerang organ paru-paru, walaupun pada sepertiga kasus menyerang organ tubuh lain seperti : kulit, selaput otak (meningitis TB), tulang belakang (Spondilitis TB), kelenjar getah bening (limfadenitis TB), perut (peritonitis TB), dan tenggorokan (laryngitis TB).

Tanda dan Gejala TBC

Pada penderita TBC orang dewasa biasanya ditemukan gejala sebagai berikut:
  • Batuk berdahak selama 2-3 minggu atau lebih
  • Dahak bercampur darah
  • Batuk darah
  • Sesak napas 
  • Badan lemas
  • Dada terasa nyeri
  • Demam meriang lebih dari sebulan
  • Nafsu makan berkurang
  • Berat badan menurun
  • Berkeringat malam hari tanpa kegiatan fisik

Untuk penderita TBC pada anak-anak gejalanya sebagai berikut:
  • Batuk-batuk yang cukup lama yang berlangsung selama 3 minggu atau lebih dan biasanya intensitasnya tinggi atau tidak pernah reda
  • Demam yang berkepanjangan lebih dari 2 minggu tanpa sebab yang jelas.
  • Biasanya disertai dengan keringat malam dan umumnya tidak terlalu tinggi
  • Berat badan menurun tanpa sebab yang jelas atau dalam 1 bulan tidak mengalami kenaikan dengan penanganan gizi yang adekuat
  • Nafsu makan menurun atau susah makan
  • Lesu atau anak jadi kurang aktif untuk bermain

Diagnosis TBC

Diagnosa TBC ditegakkan berdasarkan:
  • Gejala klinis
  • Pemeriksaan jasmani
  • Tes dahak
  • Tes darah
  • Rontgen dada
  • Tes mantoux, untuk penderita anak-anak
  • Pemeriksaan penunjang lainnya

Penularan TBC

Kuman TBC dapat ditularkan pada orang lain melalui udara, yang disebabkan oleh batuk dan bersin-bersin dari pasien TBC. Lewat batuk dan bersin dari pasien TBC tersebut, percik renik (percik dahak yang sangat kecil) yang mengandung kuman TBC dari dalam paru akan keluar, terbawa ke udara bebas dan dapat dihirup oleh orang di sekitar. Orang yang menghirup kuman TBC tersebut, bisa jadi terinfeksi TBC (infeksi laten) akan tetapi belum tentu sakit TBC. Namun, kuman TBC yang berterbangan di udara tersebut akan mati jika terkena sinar matahari dan sebaliknya, kuman TBC akan bertahan lama jika berada pada ruangan yang lembab dan ruangan tertutup yang ber-AC.

Baca juga : Telah Ditemukan Mobil Tanpa BBM dan Cas Baterai

Daya tahan tubuh setiap orang sangat mempengaruhi resiko penularan kuman TBC hingga menjadi sakit TBC. Penyakit ini juga dapat menyerang siapa saja, tidak memandang usia, jenis kelamin, maupun status sosial. Namun ada beberapa faktor yang memiliki resiko penularan TBC lebih besar seperti:
  • Memiliki kontak erat dengan pasien TBC yang belum terobati atau sedang menjalankan pengobatan fase awal
  • Memiliki kekebalan tubuh rendah seperti bayi, anak-anak dan orang lanjut usia.
  • Penderita HIV/AIDS (ODHA)
  • Penderita Diabetes Melitus
  • Perokok, 20 persen kasus TBC di dunia adalah perokok
  • Pecandu narkoba
  • Para petugas medis yang sering berhubungan dengan penderita TBC

Pengobatan TBC

Apabila tidak diobati dengan benar Penyakit TBC dapat menyebabkan kematian. Setelah dinyatakan positif  menderita TBC, pasien harus diberi obat dan meminumnya secara teratur sampai tuntas selama 6-8 bulan. Selama masa pengobatan diperlukan pemeriksaan dahak pada tahap awal pengobatan, satu bulan sebelum masa pengobatan berakhir, dan akhir pengobatan. Obat TBC dapat diperoleh di Puskesmas atau Rumah Sakit secara gratis.

Jenis obat TBC yang diberikan adalah isoniazid, rifampicin, pyrazinamide, ethambutol dan streptomisin. Pemberian obat TBC harus sangat hati-hati karena sangat mempengaruhi proses penyembuhan. Pasien harus mengikuti semua instruksi dokter, tidak boleh mengurangi dosis dan berhenti meminum obat dengan kemauan sendiri. Kebanyakan pasien tidak sembuh karena karena tidak meminum obat dengan tuntas. Dengan pemberian obat TBC dalam jangka waktu 3 minggu saja biasanya pasien sudah merasa sembuh dan menghentikan pengobatannya. Sedangkan untuk mematikan kuman TBC dibutuhkan waktu pengobatan minimal 6 bulan.

Di Indonesia saat ini mulai dikenal TBC Resisten Obat atau MDR TB yaitu Multi Drug Resistent Tuberculosis atau dikenal dengan tuberkulosis yang resisten alias kebal. Pengobatan MDR TB lebih sulit, obatnya lebih banyak yang harus diminum, waktu pengobatannya lebih lama sampai sekitar dua tahun dan memiliki efek samping yang lebih sering.

Obat TBC memiliki efek samping diantaranya mual dan muntah, penurunan nafsu makan, demam, gatal-gatal pada kulit, sakit kuning atau hepatitis, kencing warna gelap. Apabila terjadi efek samping di atas sebaiknya langsung kontrol ke dokter.

Pencegahan TBC

Yang harus dilakukan pencegahan TBC adalah pemberian vaksin BCG (bacillus calmette Guerin), vaksin ini wajib diberikan pada bayi sebelum berusia 3 bulan. Vaksin BCG juga bisa diberikan untuk anak-anak dan orang dewasa yang belum pernah menerima vaksin BCG, akan tetapi keefektifannya akan berkurang.

Untuk mencegah penularan kuman TBC pasien harus memiliki kesadaran dan berhati-hati saat berinteraksi dengan orang lain agar tidak menularkan penyakitnya. Hal-hal yang harus dilakukan:  
  • Tidak batuk sembarangan
  • Tidak membuang ludah sembarangan tetapi meludah di tempat tertentu seperti kaleng tertutup yang sudah diisi dengan sabun, karbol atau lisol
  • Buanglah dahak ke lubang WC atau timbun ke dalam tanah di tempat yang jauh dari keramaian
  • Sangat dianjurkan untuk bersedia memakai masker atau setidaknya sapu tangan atau tissue, menutup mulut pada waktu batuk dan bersih
  • Cuci tangan dengan sabun setelah tangan digunakan untuk menutup hidung atau mulut pada waktu batuk dan bersin
  • Ventilasi yang cukup sehingga udara segar dan sinar matahari masuk ke dalam rumah, mengusahakan sinar matahari masuk ke ruang tidur
  • Menjemur alat-alat tidur sesering mungkin, karena kuman TBC mati oleh sinar matahari

Untuk mencegah tertular TBC kita harus menjaga kebugaran tubuh dengan menjalani pola hidup sehat. Dengan tubuh yang sehat segala kuman penyakit susah menyerang karena kita memiliki daya tahan tubuh yang kuat.

Cara Sederhana Mengobati Luka Memar

Cara Sederhana Mengobati Luka Memar

Luka memar adalah luka pada jaringan-jaringan yang lebih dalam. Pembuluh-pembuluh darah halus sudah putus dalam jaringan sehingga darah keluar dan menyebabkan pembengkakan yang berwarna kebiru-biruan. Karena darah inilah maka bekas luka itu, setelah sembuh, akan kelihatan biru kehitam-hitaman.

Yang harus dilakukan

1. Sesegera mungkin taruhlah kompres dingin di atas luka memar itu, atau celupkan bagian yang luka (kaki atau tangan) berulang-ulang dalam air es setiap beberapa menit. Ini akan mengurangi aliran darah kepada jaringan sehingga tidak membengkak.

2. Kalau luka itu adalah tangan atau kaki, angkatlah bagian itu lebih tinggi dari pada tubuh. Juga bagian itu diistirahatkan selama beberapa jam. Ini akan mengurangi aliran darah dalam bagian itu sehingga mengurangi pembengkakan.

3. Pada hari berikut, peredaran darah harus diperlancar dalam bagian itu untuk kesembuhan. Ini dapat dilakukan dengan kompres hangat dan dingin secara bergantian. Kalau bagian yang cidera adalah bagian tubuh yang dapat dicelupkan, gunakanlah air hangat dan dingin dalam baskom, dan secara bertahap tambahkanlah air hangat secukupnya. Setelah merendam bagian itu dalam air hangat selama setengah menit. Ulangilah hal ini empat kali sehari. Kalau yang cidera itu adalah kepala atau tubuh, kompres hangat diikuti dengan kompres dingin.

Itulah cara sederhana untuk mengobati memear, untuk hasil lebih baik Anda juga bisa memberikan cream anti memar.

Minggu, 29 Januari 2017

3 Gejala Klasik Diabetes Melitus

3 Gejala Klasik Diabetes Melitus

Diabetes melitus (kencing manis) merupakan penyakit kronis yang ditandai dengan kadar gula darah yang tinggi di atas normal. Penderita diabetes di Indonesia sangat banyak dan terus meningkat. Indonesia menempati peringkat ke-7 dari 10 negara dengan penyandang diabetes terbesar di seluruh dunia. Salah satu faktor utama meningkatnya kasus diabetes adalah pola hidup yang tidak sehat. Untuk itu kita harus menerapkan pola hidup sehat serta waspada dengan mengetahui gejala penyakit diabetes. Berikut 3 gejala klasik penyakit diabetes melitus.
Baca juga: Diabetes - Pengertian, Penyebab, Gejala, Komplikasi, Pengobatan

1. Poliuri (banyak kencing)
Pada penderita diabetes banyaknya kecing disebabkan kadar gula darah dalam tubuh yang tinggi, sehingga ginjal akan mengalami kelebihan kapasitas untuk melakukan reabsorbsi glukosa dan menyebabkan adanya kandungan glukosa dalam urin yang semestinya tidak ada. Adanya glukosa dalam urin berdampak pada tertariknya air kedalam urin melalui mekanisme osmosis, menyebabkan penderita diabetes memproduksi urin yang mengandung glukosa (gula) serta volume yang banyak.

2. Polidipsi (banyak minum)
Banyak minum pada diabetes melitus akibat resaksi tubuh dari banyak kencing. Karena banyak cairan tubuh yang keluar menyebabkan timbul rasa haus, sehingga penderita akan banyak minum.

3. Polifagi (banyak makan)
Terjadinya banyak makan disebabkan gula dalam darah tidak dapat digunakan oleh sel tubuh karena produksi insulin yang terganggu. Sehingga tubuh berusaha untuk memperoleh tambahan cadangan gula dari makanan yang diterima.

Gejala diabetes bukan hanya poliuri, polidipsi, dan polifagi, masih banyak gejala lainnya. Gejala di atas merupakan gejala klasik paling sering ditemui pada penderita diabetes. Bila Anda mengalami gejala di atas sebaiknya cepat memperiksakan diri ke dokter. Dengan adanya gejala di atas pada seseorang tidak lantas orang tersebut menderita diabetes. Untuk mengetahui apakah seseorang menderita diabetes harus dilakukan pemeriksaan kadar gula dalam darah, dan untuk baiknya konsultasikan ke dokter.




Sabtu, 28 Januari 2017

Pemicu Serangan Jantung Disekita Kita

Pemicu Serangan Jantung Disekita Kita

Penyakit jantung merupakan salah satu penyakit yang membunuh banyak orang di dunia. Berbagai pemicu serangan jantung bisa ditemukan dalam kehidupan sehari-hari, seperti merokok, minum kopi, stres. Besarnya peningkatan risiko serangan jantung berbeda-beda tergantung pemicunya. Dengan tetap waspada dan membiasakan diri melakukan gaya hidup sehat, resiko serangan jantung dapat dihindari. Di bawah ini berbagai pemicu serangan jantung, simak ulasannya.

1. Kopi
Seseorang yang mengkonsumsi kopi berlebihan setiap harinya yaitu lebih dari empat gelas, menyebabkan pembuluh darah menjadi mengerut dan menimbulkan gangguan pada jantung saat sedang memompa. Denyut jantung menjadi lambat dan tersendat-sendat. Hal ini dapat menimbulkan sesak, nyeri dada dan keterbatasan aktivitas. Pecandu kopi rata-rata 1,5 kali lebih rentan mengalami serangan jantung dalam waktu 1 jam sesudah minum kopi.

2. Rokok
Sekitar 20% dari kematian akibat penyakit jantung di dunia secara langsung berhubungan dengan merokok. Resiko seseorang terkena serangan jantung meningkat drastis seiring jumlah rokok yang dihisapnya dan semakin lamanya merokok. Orang yang merokok satu bungkus sehari memiliki resiko serangan jantung dua kali lebih tinggi dibandingkan orang yang tidak merokok. Asap rokok tidak hanya mempengaruhi perokok, tetapi orang di sekitarnya juga. Diperkirakan 35.000 perokok pasif meninggal karena penyakit jantung setiap tahunnya. Rokok kaya akan racun yang dapat menyebabkan pembekuan darah, menghambat aliran darah ke jantung dan menyababkan penimbunan plak di arteri.

3. Alkohol
Meminum alkohol dalam jumlah banyak dikaitkan dengan meningkatnya resiko serangan jantung. Pecandu alkohol yang mengkonsumsi lebih dari 90 gram alkohol setiap hari selama 5 tahun atau lebih beresiko terkena alcoholic cardiomyopathy, yaitu pelemahan oto jantung. Alkohol juga bisa meningkatkan tekanan darah sehingga membuat beban jantung meningkat. Pecandu alkohol tiga kali lebih beresiko mengalami serangan jatung dalam waktu 12 jam sesudah meminum alkohol.

4. Garam berlebih
Semakin banyak garam yang dikonsumsi, maka akan semakin tinggi tekanan darah. Tekanan darah yang tinggi dapat menyebabkan stroke, gagal ginjal, dan serangan jantung. Konsumsi garam sering tidak disadari. sebisa mungkin hindari makanan dengan garam terlalu banyak.

5. Olahraga berat
Olahraga berat jika dilakukan oleh orang yang bisanya tidak rutin  berolahraga justru akan mendatangkan bahaya. bagi yang jarang berolahraga resiko serangan jantung saat berolahraga berat bisa meningkat tiga kali lipat dibandingkan yang rutin berolahraga. Terjadinya serangan jantung saat berolahraga sebenarnya disebabkan kelelahan yang tidak dirasakan. Pada saat tubuh dalam kondisi kelelahan detak jantung akan melebihi detak normalnya.

6. Stres
Pada kondisi wajar stres diperlukan untuk memotivasi dan memacu diri dalam mencapai impian, namun dalam jumlah berlebih dapat mempengaruhi keadaan tubuh dan pikiran. Stres dapat menyebabkan munculnya berbagai penyakit seperti depresi, sakit kepala, gangguan pencernaan, sakit jantung, dan stroke. Ada baiknya mulai saat ini Anda belajar mengatur emosi sehingga dapat meminimalisir stres. Stres akan membuat jantung bekerja lebih keras sehingga rentan terhadap serangan jantung.

7. Obesitas
Obesitas adalah kondisi tubuh yang mana terdapat kelebihan lemak, terutama disekitar pinggang yang dapat menyebabkan masalah kesehatan. Penelitian menunjukkan bahwa obesitas menyebabkan penebalan dinding ventrikel kiri jantung. Obesitas juga dapat menyebabkan peningkatan kolestrol darah, trigliserida dan rendahnya kolestrol baik.

8. Kurang sayuran
Buah dan sayuran kaya akan vitamin penting yang akan menjaga kesehatan jantung. Mereka yang rajin mengkonsumsi buah dan sayur akan memiliki resiko kecil terkena serangan jantung dibandingkan dengan mereka yang jarang mengkonsumsi buah dan sayur. 

9. Kurang tidur dan tidur berlebihan
Apabila Anda memiliki kebisasaan kurang tidur atau terlalu banyak tidur, sebaiknya menghindari kebiasaan tersebut. Karena apabila tubuh kurang tidur lima jam atau tidur lebih dari sembilan jam akan mengakibatkan rusaknya sistem tekanan darah dan juga meningkatkan stres yang dapat memicu serangan jantung.

10. Polusi lalu lintas
Menurut penelitian berbagai masalah jantung termasuk penyumbatan pembuluh darah lebih sering dialami orang yang tinggal di tepi jalan utama. Polusi meningkatkan resiko serangan jantung hingga tiga kali lipat dalam waktu satu jam.



Yang Harus Diperhatikan Dalam Membuat Makanan lansia

Menu Makanan Sehat Untuk Kakek dan Nenek

Nutrisi yang baik salah satu faktor penting yang perlu diperhatikan agar tetap sehat di usia baya. Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam menu bagi lansia yaitu :
  • Membuat masakan dengan bumbu yang tidak merangsang seperti pedas, atau asam karena dapat mengganggu kesehatan lambung dan alat pencernaan. 
  • Mengurangi pemakaian garam yakni tidak lebih dari 4 gram perhari untuk mengurangi risiko tekanan darah tinggi.
  • Mengurangi santan, daging yang berlemak dan minyak agar kolesterol darah tidak tinggi. 
  • Memperbanyak makanan yang berkalsium tinggi seperti susu dan ikan. Pada lanjut usia khususnya ibu-ibu yang menopause sangat perlu mengonsumsi kalsium untuk mengurangi risiko keropos tulang.
  • Memperbanyak makanan serat, sayuran mentah agar pencernaan lancar dan tidak sembelit.
  • Menggurangi mengonsumsi gula dan makanan yang mengandung karbohidrat tinggi agar gula darah normal khususnya bagi penderita kencing manis agar tidak terjadi komplikasi lain.
  • Menggunakan sedikit minyak untuk menumis dan kurangi makanan yang digoreng. 
  • Memperbanyak makanan yang diolah dengan dipanggang atau direbus karena makanan mudah dicerna.
  • Membuat masakan agar lunak dan mudah dikunyah sehingga kesehatan gigi terjaga. 
Baca juga:
Pantangan Sakit Maag - Makanan yang Dianjurkan, Dibatasi, dan Dihindari
Hipertensi - Definisi, Gejala, Penyebab, dan Pengobatan

Jadi sudah jelas kan makanan yang baik untuk Kakek dan Nenek. Sebagai orang yang masih muda kesehatan mereka adalah tanggung jawab kita

Perbedaan Darah Rendah dan Kurang Darah

Kurang darah atau anemia adalah apabila seseorang mempunyai kadar hemoglobin yang rendah. Pada wanita nilai normal hemoglobin 12-16 gr/dl, pria 13,5-18 gr/dl. Secara klinis biasanya terlihat pucat dan lemas.

Di masyarakat sering kita mendengar penyakit kurang darah dan darah rendah. Apakah itu penyakit yang sama atau berbeda? Langsung kita ulas untuk lebih jelasnya.

Kurang darah atau anemia adalah apabila seseorang mempunyai kadar hemoglobin yang rendah. Pada wanita nilai normal hemoglobin 12-16 gr/dl, pria 13,5-18 gr/dl. Secara klinis biasanya terlihat pucat dan lemas. Kurang darah sendiri bermacam-macam penyebabnya, karena kekurangan zat besi, kekurangan vitamin B12, kekurangan asam folat, karena penghancuran berlebih atau karena penyakit kronis misal kanker.

Darah rendah atau hipotensi adalah suatu keadaan dimana tekanan darah sistolik hanya 90 mmHg atau kurang dan diastolik 60 mmHg atau kurang. Jadi jika tekanan darah seseorang 90/60 mmHg atau kurang sudah bisa disebut mengalami hipotensi. Kejadian hipotensi lebih banyak dialami para wanita dari pada pria karena berhubungan dengan perdarahan menstruasi atau melahirkan atau kehamilan.

Kondisi kurang darah dan darah rendah ini sering tumpang tindih atau sekilas mirip. Kadang kala masyarakat hanya mengambil jalan pintas untuk mengatasi kondisi darah rendah dengan mengkonsumsi zat besi. Tentu hal ini menjadi tidak tepat, dan masyarakat harus memahami perbedaan antara kurang darah dan darah rendah.

Gejala kurang darah dan darah rendah biasanya mirip, sama-sama merasakan lemah, pusing dan seperti melayang. Kadang kala penyebabnya sama. Orang dengan kurang darah karena perdarahan bisa juga mengalami darah rendah. Banyak masyarakat yang sebenarnya kadar hemoglobin normal tetapi mempunyai penyakit darah rendah mengkonsumsi zat besi yang sebenarnya tidak tepat. Tentu kadar zat besi yang tinggi di dalam darah juga tidak diperbolehkan dan bisa menimbulkan permasalahan kesehatan. Oleh karena itu masyarakat harus berhati-hati untuk memastikan apakah memang mengkonsumsi zat besi untuk indikasi kurang darah atau tekanan darah rendah

Sebenarnya yang juga harus diketahui oleh  masyarakat bahwa informasi  mengenai kurang darah dan darah rendah adalah sangat penting. Masyarakat jangan menjadi dokter buat diri sendiri karena keluhan bisa sama tetapi penyebabnya berbeda. Kalau beda penyebab tentu beda obatnya. Sekali lagi ditegaskan bahwa kurang darah dan darah rendah adalah penyakit yang berbeda sehingga pengobatannya pun berbeda.

Jumat, 27 Januari 2017

3 Buah Yang Baik Untuk Penderita Asma

Asma adalah salah satu penyakit saluran pernafasan yang ditandai dengan penyempitan saluran nafas serta radang. Akibat yang ditimbulkan, orang menjadi susah bernafas. Dalam kondisi kronis penyakit ini bisa berakibat fatal yaitu berhenti bernafas sama sekali dan meninggal dunia.


Asma bisa diantisipasi dengan cara yang sangat menyenangkan dan segar. Beberapa jenis buah bisa dijadikan sebagai sarana agar penyakit ini tidak berkembang lebih parah. Berikut 3 jenis buah yang baik untuk penderita asma.

Alpukat mengandung banyak mineral magnesium yang berguna meningkatkan volume oksigen yang dihisap paru-paru. Bagi penderita asma, buah ini bisa jadi salah satu makanan penting untuk mempercepat proses penyembuhan.

Pertama: Alpukat

Alpukat mengandung banyak mineral magnesium yang berguna meningkatkan volume oksigen yang dihisap paru-paru. Bagi penderita asma, buah ini bisa jadi salah satu makanan penting untuk mempercepat proses penyembuhan.

Seperti halnya alpukat, pisang juga termasuk buah yang banyak mengandung mineral magnesium yang baik untuk kesehatan paru-paru. Sebuah penelitian yang dilakukan Imperial College London mengungkapkan dengan makan satu buah pisang per hari, anak-anak berpeluang kecil mengalami gangguan pernafasan asma. Kemungkinannya 34% lebih kecil.

Kedua: Pisang

Seperti halnya alpukat, pisang juga termasuk buah yang banyak mengandung mineral magnesium yang baik untuk kesehatan paru-paru. Sebuah penelitian yang dilakukan Imperial College London mengungkapkan dengan makan satu buah pisang per hari, anak-anak berpeluang kecil mengalami gangguan pernafasan asma. Kemungkinannya 34% lebih kecil.

Apel memiliki banyak kandungan nutrisi, antioksidan, flavonoid, dan kaya vitamin. Semua kandungan gizi tersebut sangat baik untuk kesehatan paru-paru. Juga membantu mencegah gangguan saluran pernafasan seperti bronchitis.

Ketiga: Apel

Apel memiliki banyak kandungan nutrisi, antioksidan, flavonoid, dan kaya vitamin. Semua kandungan gizi tersebut sangat baik untuk kesehatan paru-paru. Juga membantu mencegah gangguan saluran pernafasan seperti bronchitis.

Harga kesehatan memang mahal bila sudah terlanjut terkena penyakit. Oleh karena itu, biasakan makan makanan sehat dan halal sejak dini agar berbagai jauh dari berbagai penyakit. Itulah 3 jenis buah yang baik untuk penderita asma.

Kamis, 26 Januari 2017

PPOK - Definisi, Gejala, Penyebab dan Pengobatan


Definisi PPOK

Menurut The Global Initiative for Chronic Obstructive Pulmonary Disease (GOLD) Penyakit Paru Obstruktif Kronis (PPOK) adalah penyakit respirasi kronis yang dapat dicegah, ditandai dengan adanya hambatan aliran udara yang persisten dan biasanya bersifat progresif serta berhubungan dengan respons inflamasi kronis saluran napas yang disebabkan oleh gas atau artikel iritan tertentu. Kerusakan atau gangguan pada saluran pernapasan akan menghambat pertukaran antara oksigen dengan karbon dioksida di paru-paru. 

Hambatan aliran napas kronis pada PPOK adalah merupakan gabungan dari penyakit saluran napas kecil dan destruksi parenkim dengan kontribusi yang berbeda antar pasien ke pasien. Pada kenyataannya, PPOK merupakan sebuah kelompok penyakit dengan gejala klinis yang hampir sama dengan bronkitis kronis, emfisema, asma, bronkiektasis, dan bronkiolitis. Hambatan jalan napas yang terjadi pada penderita PPOK disebabkan oleh penyakit pada saluran napas dan rusaknya parenkim paru.

PPOK dapat berakibat fatal, dan menjadi salah satu penyakit penyebab kematian yang utama di dunia. PPOK merupakan penyakit tidak menular yang memiliki angka kematian yang tinggi setelah penyakit kardiovaskular, keganasan, dan diabetes. Menurut Badan Kesehatan Dunia (WHO) PPOK merupakan salah satu penyakit yang memiliki beban kesehatan tertinggi. Dijelaskan bahwa untuk pengobatan PPOK menghabiskan biaya 56 persen dari total biaya yang harus dibayar untuk penyakit respirasi. Biaya yang paling tinggi ketika terjadi serangan pada penyakit ini. Kematian menjadi beban sosial yang paling buruk yang diakibatkan oleh PPOK, diperkirakan pada tahun 2030 PPOK akan menempati peringkat ke tujuh, dimana sebelumnya pada tahun 1990 penyakit ini menempati urutan ke duabelas.

Gejala PPOK

Pada umumnya gejala PPOK timbul setelah terjadi kerusakan paru-paru yang semakin parah. Gejalanya akan semakin bertambah dari waktu ke waktu. Gejalanya yaitu:
  • Sesak napas, merupakan gejala utama pada pasien PPOK
  • Sesak bertambah bila beraktivitas berat
  • Batuk yang berlangsung lama
  • berbunyi ketika bernapas, berbunyi seperti ketika hidung mampet
  • Dada terasa tegang dan kencang
  • Sering terjadi Infeksi Paru
  • Lemas

Faktor Risiko PPOK

Berikut ini beberapa faktor yang menyebabkan seseorang lebih mudah untuk terserang penyakit PPOK, faktor-faktor tersebut adalah:
  • Terpapar asap rokok, Asap rokok merupakan faktor utama penyebab PPOK, diperkirakan 25 persen orang yang merokok kemungkinan besar akan menderita penyakit ini.
  • Terpapar asap, debu, dan bahan kimia di tempat kerja. Semua pekerjaan yang berhubungan dengan paparan asap seperti pembakaran genteng, memiliki risiko tinggi menderita PPOK
  • Umur penderita PPOK biasanya di atas 40 tahun
  • Faktor genetis, kekurangan protein tertentu yang diturunkan dalam keluarga membuat seseorang lebih rentan terserang penyakit ini.

Penyebab PPOK

kerusakan paru-paru pada PPOK disebabkan oleh emphysema atau pun cronic asthmatic. Sebagian besar penderita PPOK mengidap kedua penyakit tersebut, yang dipicu oleh asap rokok, debu, asap kimia dari pabrik, dan polusi udara.

Komplikasi PPOK

Penyakit paru obstrukif kronik bisa juga berujung pada:
  • Infeksi sistem pernapasan
  • penyakit jantung
  • penyakit darah tinggi
  • Depresi, penderitanya tidak dapat beraktivitas dengan bebas dan harus membatasi kegiatannya.

Diagnosa PPOK

Pemeriksaan untuk mendiagnosis penyakit ini meliputi:
  • Pemeriksaan fisik
  • Pemeriksaan fungsi paru 
  • Pemeriksaan darah
  • Pemeriksaan dahak
  • Tes pencitraan paru, rontgen dan CT scan
  • Pemeriksaan elektrokardiogram (EKG)

Pengobatan PPOK

Penyakit paru obstriktif kronis tidak dapat disembuhkan. Namun dengan penanganan yang baik penyakit ini bisa diredakan gejalanya, mencegah komplikasi, dan meningkatkan kemampuan beraktivitasnya seperti biasanya. Langkah pertama yang harus dilakukan bagi penderita yang merokok adalah berhenti merokok. Jika terus merokok, penderitanya akan kehilangan kemampuan bernapas. Setelah itu, dokter akan memberikan obat-obatan untuk meredakan gejala penyakitnya. Obat tersebut jenisnya bronkodilator, steroid, dan antibiotik.

Penderita PPOK juga akan diberikan terapi oksigen dan terapi rahabilitasi fungsi paru. Penderita yang kondisinya sangat parah harus dioperasi. Operasi ini meliputi pengangkatan jaringan paru-paru yang rusak dan transplantasi paru-paru. Tapi, operasi juga tidak menjamin penyakitnya akan mereda. ketika pengobatan dilakukan, gejalanya masih mungkin terjadi dan mungkin memburuk. Kondisi ini harus ditangani dengan tepat, karena dapat menyebabkan kegagalan paru-paru. Jika kondisi penderitanya memburuk, segera hubungi dokter. Ada beberapa cara mudah yang dapat dilakukan sendiri untuk meredakan gejala penyakit ini, yaitu:
  • Kontrol pernapasan dengan teknik yang benar
  • Kontrol batuk, minum air mineral yang banyak, dan gunakan filter udara untuk membersihkan udara
  • Berolahraga teratur
  • Konsumsi makanan sehat
  • Hindari terpapar asap
  • Lakukan vaksinasi flu dan pneumonia
  • Hindari kerumunan orang dan udar dingin
  • Gunakan masker jika harus keluar dan bertemu banyak orang, untuk mencegah infeksi kuman, bakteri, dan virus

Pencegahan PPOK

Pencegahan utama adalah berhenti merokok. Stop merokok bagi perokok, dan jangan merokok untuk yang tidak merokok. Memang sulit bagi perokok untuk berhenti. Tapi berhenti merokok akan tampak lebih mudah dibandingkan harus menggunakan ventilator untuk bantuan bernapas nantinya. Bagi mereka yang bekerja di tempat penuh asap, debu, atau paparan bahan kimia, berhati-hatilah. Gunakan pelindung dan masker untuk meminimalisir paparan yang terjadi.