Kamis, 26 Januari 2017

PPOK - Definisi, Gejala, Penyebab dan Pengobatan


Definisi PPOK

Menurut The Global Initiative for Chronic Obstructive Pulmonary Disease (GOLD) Penyakit Paru Obstruktif Kronis (PPOK) adalah penyakit respirasi kronis yang dapat dicegah, ditandai dengan adanya hambatan aliran udara yang persisten dan biasanya bersifat progresif serta berhubungan dengan respons inflamasi kronis saluran napas yang disebabkan oleh gas atau artikel iritan tertentu. Kerusakan atau gangguan pada saluran pernapasan akan menghambat pertukaran antara oksigen dengan karbon dioksida di paru-paru. 

Hambatan aliran napas kronis pada PPOK adalah merupakan gabungan dari penyakit saluran napas kecil dan destruksi parenkim dengan kontribusi yang berbeda antar pasien ke pasien. Pada kenyataannya, PPOK merupakan sebuah kelompok penyakit dengan gejala klinis yang hampir sama dengan bronkitis kronis, emfisema, asma, bronkiektasis, dan bronkiolitis. Hambatan jalan napas yang terjadi pada penderita PPOK disebabkan oleh penyakit pada saluran napas dan rusaknya parenkim paru.

PPOK dapat berakibat fatal, dan menjadi salah satu penyakit penyebab kematian yang utama di dunia. PPOK merupakan penyakit tidak menular yang memiliki angka kematian yang tinggi setelah penyakit kardiovaskular, keganasan, dan diabetes. Menurut Badan Kesehatan Dunia (WHO) PPOK merupakan salah satu penyakit yang memiliki beban kesehatan tertinggi. Dijelaskan bahwa untuk pengobatan PPOK menghabiskan biaya 56 persen dari total biaya yang harus dibayar untuk penyakit respirasi. Biaya yang paling tinggi ketika terjadi serangan pada penyakit ini. Kematian menjadi beban sosial yang paling buruk yang diakibatkan oleh PPOK, diperkirakan pada tahun 2030 PPOK akan menempati peringkat ke tujuh, dimana sebelumnya pada tahun 1990 penyakit ini menempati urutan ke duabelas.

Gejala PPOK

Pada umumnya gejala PPOK timbul setelah terjadi kerusakan paru-paru yang semakin parah. Gejalanya akan semakin bertambah dari waktu ke waktu. Gejalanya yaitu:
  • Sesak napas, merupakan gejala utama pada pasien PPOK
  • Sesak bertambah bila beraktivitas berat
  • Batuk yang berlangsung lama
  • berbunyi ketika bernapas, berbunyi seperti ketika hidung mampet
  • Dada terasa tegang dan kencang
  • Sering terjadi Infeksi Paru
  • Lemas

Faktor Risiko PPOK

Berikut ini beberapa faktor yang menyebabkan seseorang lebih mudah untuk terserang penyakit PPOK, faktor-faktor tersebut adalah:
  • Terpapar asap rokok, Asap rokok merupakan faktor utama penyebab PPOK, diperkirakan 25 persen orang yang merokok kemungkinan besar akan menderita penyakit ini.
  • Terpapar asap, debu, dan bahan kimia di tempat kerja. Semua pekerjaan yang berhubungan dengan paparan asap seperti pembakaran genteng, memiliki risiko tinggi menderita PPOK
  • Umur penderita PPOK biasanya di atas 40 tahun
  • Faktor genetis, kekurangan protein tertentu yang diturunkan dalam keluarga membuat seseorang lebih rentan terserang penyakit ini.

Penyebab PPOK

kerusakan paru-paru pada PPOK disebabkan oleh emphysema atau pun cronic asthmatic. Sebagian besar penderita PPOK mengidap kedua penyakit tersebut, yang dipicu oleh asap rokok, debu, asap kimia dari pabrik, dan polusi udara.

Komplikasi PPOK

Penyakit paru obstrukif kronik bisa juga berujung pada:
  • Infeksi sistem pernapasan
  • penyakit jantung
  • penyakit darah tinggi
  • Depresi, penderitanya tidak dapat beraktivitas dengan bebas dan harus membatasi kegiatannya.

Diagnosa PPOK

Pemeriksaan untuk mendiagnosis penyakit ini meliputi:
  • Pemeriksaan fisik
  • Pemeriksaan fungsi paru 
  • Pemeriksaan darah
  • Pemeriksaan dahak
  • Tes pencitraan paru, rontgen dan CT scan
  • Pemeriksaan elektrokardiogram (EKG)

Pengobatan PPOK

Penyakit paru obstriktif kronis tidak dapat disembuhkan. Namun dengan penanganan yang baik penyakit ini bisa diredakan gejalanya, mencegah komplikasi, dan meningkatkan kemampuan beraktivitasnya seperti biasanya. Langkah pertama yang harus dilakukan bagi penderita yang merokok adalah berhenti merokok. Jika terus merokok, penderitanya akan kehilangan kemampuan bernapas. Setelah itu, dokter akan memberikan obat-obatan untuk meredakan gejala penyakitnya. Obat tersebut jenisnya bronkodilator, steroid, dan antibiotik.

Penderita PPOK juga akan diberikan terapi oksigen dan terapi rahabilitasi fungsi paru. Penderita yang kondisinya sangat parah harus dioperasi. Operasi ini meliputi pengangkatan jaringan paru-paru yang rusak dan transplantasi paru-paru. Tapi, operasi juga tidak menjamin penyakitnya akan mereda. ketika pengobatan dilakukan, gejalanya masih mungkin terjadi dan mungkin memburuk. Kondisi ini harus ditangani dengan tepat, karena dapat menyebabkan kegagalan paru-paru. Jika kondisi penderitanya memburuk, segera hubungi dokter. Ada beberapa cara mudah yang dapat dilakukan sendiri untuk meredakan gejala penyakit ini, yaitu:
  • Kontrol pernapasan dengan teknik yang benar
  • Kontrol batuk, minum air mineral yang banyak, dan gunakan filter udara untuk membersihkan udara
  • Berolahraga teratur
  • Konsumsi makanan sehat
  • Hindari terpapar asap
  • Lakukan vaksinasi flu dan pneumonia
  • Hindari kerumunan orang dan udar dingin
  • Gunakan masker jika harus keluar dan bertemu banyak orang, untuk mencegah infeksi kuman, bakteri, dan virus

Pencegahan PPOK

Pencegahan utama adalah berhenti merokok. Stop merokok bagi perokok, dan jangan merokok untuk yang tidak merokok. Memang sulit bagi perokok untuk berhenti. Tapi berhenti merokok akan tampak lebih mudah dibandingkan harus menggunakan ventilator untuk bantuan bernapas nantinya. Bagi mereka yang bekerja di tempat penuh asap, debu, atau paparan bahan kimia, berhati-hatilah. Gunakan pelindung dan masker untuk meminimalisir paparan yang terjadi.

Artikel Terkait

This Is The Oldest Page