Minggu, 19 Februari 2017

Kanker Paru - Gejala, Penyebab, Pengobatan

Kanker paru-paru merupakan salah satu jenis kanker yang dapat dicegah. Berikut ini adalah beberapa cara yang bisa dilakukan:  Jangan merokok dan hindari menjadi perokok pasif. Cara utama untuk mencegah kanker paru-paru adalah dengan tidak merokok. Hindari juga menjadi perokok pasif jika lingkungan Anda dipenuhi dengan perokok aktif. Terutama bagi para perokok aktif, berhentilah merokok sekarang juga. Meski sudah bertahun-tahun merokok,  langkah ini tetap akan bermanfaat dan bisa mengurangi risiko terserang kanker paru-paru. Pilihan menu makanan yang sehat. Biasakanlah untuk mengonsumsi makanan rendah lemak dan tinggi akan kandungan serat. Buah dan sayuran sebaiknya menjadi menu utama sehari-hari. Hindari mengonsumsi terlalu banyak vitamin dalam bentuk pil atau tablet karena obat-obatan semacam itu bisa memiliki efek samping. Berolahraga secara teratur. Usahakan untuk melakukan olahraga secara teratur. Bagi yang jarang sekali berolahraga, mulailah rutinitas ini secara bertahap. Bagi orang dewasa dianjurkan berolahraga setidaknya selama 2-3 jam dalam satu minggu.

Definisi

Kanker paru adalah semua penyakit kanker atau tumor ganas di organ paru. Dalam pengertian klinik yang dimaksud dengan kanker paru primer adalah tumor ganas yang berasal dari epitel bronkus. Kanker paru merupakan penyebab utama keganasan di dunia, mencapai hingga 13 persen dari semua diagnosis kanker. Selain itu, kanker paru juga menyebabkan 1/3 dari seluruh kematian akibat kanker pada laki-laki. Di Amerika Serikat, diperkirakan terdapat sekitar 213.380 kasus baru pada tahun 2007 dan 160.390 kematian akibat kanker paru.

Berdasarkan laporan profil kanker WHO, kanker paru merupakan penyumbang insidens kanker pada laki-laki tertinggi di Indonesia, diikuti oleh kanker kolorektal, prostat, hati dan nasofaring, dan merupakan penyumbang kasus ke-5 pada perempuan, setelah kanker payudara, serviks-uteri, kolorektal, ovarium. Kanker paru merupakan penyebab pertama kematian pada kanker pada laki-laki (21.8%), dan penyebab kematian kedua (9.1%) kanker pada perempuan setelah kanker payudara (21.4%)

Deteksi Dini

Hingga saat ini belum ada metode skrining yang sesuai bagi kanker paru secara umum. Metode skrining yang telah direkomendasikan untuk deteksi dini kanker paru terbatas pada kelompok pasien risiko tinggi, yaitu :
  • Pasien usia > 40 tahun dengan riwayat merokok ≥30 tahun
  • Pasien ≥50 tahun dengan riwayat merokok ≥20 tahun
  • Pajanan radiasi
  • Paparan bahan kimia karsinogenik
  • Riwayat kanker pada pasien atau keluarga pasien
  • Riwayat penyakit paru seperti PPOK atau fibrosis paru
Pada pasien berisiko tinggi apabila setelah dilakukan pemeriksaan  dicurigai adanya kanker pada paru-paru, dilakukan pemeriksaan low-dose CTscan untuk skrining kanker paru setiap tahun, selama 3 tahun. Pemeriksaan ini dapat mengurangi mortalitas akibat kanker paru hingga 20%.

Pada pasien yang tidak memenuhi kriteria “kelompok risiko tinggi”, pemeriksaan low-dose CTscan tidak direkomendasikan. Selain itu, pada pasien yang tidak dapat menjalani terapi kanker paru akibat keterbatasan biaya atau kondisi kesehatan yang tidak memungkinkan, maka pemeriksaan ini tidak disarankan.

Gejala

Gejala-gejala Kanker paru-paru yang dini tidak menunjukkan gejala. Tetapi batuk, sesak napas, atau nyeri dada yang muncul lama atau tidak kunjung sembuh dengan pengobatan biasa pada “kelompok risiko” harus ditindak lanjuti untuk prosedur diagnosis kanker paru.

Namun, seiring pertumbuhan kanker tersebut, beberapa gejala umum meliputi:
  • Batuk yang memburuk dan tidak pernah sembuh
  • kesulitan nafas, seperti kehabisan nafas atau sesak nafas
  • Sakit di dada secara konstan 
  • Batuk darah 
  • Suara yang serak 
  • Sering terkena infeksi paru, seperti pneumonia 
  • Merasa letih setiap saat 
  • Kehilangan berat badan tanpa sebab yang jelas 
Seringkali, gejala-gejala tersebut bukan dikarenakan kanker. Masalah kesehatan lainnya pun dapat menunjukkan gejala-gejala tersebut. Seorang dengan gejala tersebut di atas sebaiknya segera menghubungi dokter untuk didiagnosa dan memperoleh perawatan sesegera mungkin.

Penyebab

Kanker paru disebabkan  oleh:
  • Asap rokok, kejadian kanker paru 80-90% disebabkan oleh kebiasaan merokok.Perokok Aktif dan Perokok Pasif Sekitar 80-90 persen kasus kanker paru-paru disebabkan oleh kebiasaan merokok. Zat-zat pemicu kanker pada rokok akan membuat kerusakan pada jaringan paru-paru sehingga sel-sel bereaksi tidak normal hingga akhirnya timbul sel kanker.
  • Paparan zat kimia seperti asbes, nikel, batu bara, silika, dan arsenik banyak mengandung zat karsegonik atau penyebab kanker. Apabila terkena paparan asbes secara terus menerus bisa menimbulkan kanker paru.
  • Polusi udara, menghirup asap kendaraan bermotor atau asap pabrik sama berbahanya dengan perokok pasif.
  • Paparan radiasi, radon termasuk dalam kelompok gas mulia dan beradioaktif, radon dapat menyebabkan kanker paru paru, dan bertanggung jawab atas 20.000 kematian di Uni Eropa setiap tahunnya.

Diagnosis

Untuk mendiagnosis kanker paru dilakukan hal-hal berikut ini:
  • Foto toraks AP/lateral,  merupakan pemeriksaan awal untuk menilai pasien dengan kecurigaan terkena kanker paru.
  • CT scan toraks dilakukan sebagai evaluasi lanjut pada pasien dengan kecurigaan kanker paru, dan diperluas hingga kelenjar adrenal untuk menilai kemungkinan metastasis hingga daerah tersebut 
  • Bronkoskopi adalah prosedur utama yang dapat menetapkan diagnosis kanker paru.
  • Spesimen untuk menghasilkan pemeriksaan sitologi dan histologi didapat terutama melalui biopsi bronkus 
  • Biposi jarum halus (fine needle aspiration biopsy, FNAB) adalah metode utama mendapatkan spesimen untuk pemeriksaan sitologi 
  • Pemeriksaan transthoracal biopsy (TTB) dapat dilakukan untuk mendapatkan spesimen untuk pemeriksaan sitologi maupun histopatologi [rekomendasi 
  • Bila tersedia, tuntunan endobrachial ultrasound (EBUS) juga dapat dilakukan sebagai pemeriksaan tambahan, terutama untuk evaluasi kelenjar mediastinal, dan mendapatkan spesimen histopatologi.

Pengobatan

Pengobatan yang diberikan dokter tergantung dari stadium kanker paru-paru yang ada, arah tujuan pengobatan bisa jadi untuk penyembuhan total, pengendalian kanker atau perpanjangan usia atau penjagaan gejala dan pencegahan komplikasi untuk meningkatkan kualitas hidup. Penanganan yang tersedia adalah bedah, radiasi, kemoterapi, dan terapi target.

Pencegahan

Mencegah lebih baik dari pada mengobati, untuk mencegah kanker bisa menerapkan pola hidup sehat sebagai berikut:
  • Hindari faktor penyebab kanker paru
  • Mengkonsumsi makanan sehat
  • Berolah raga secara teratur

Artikel Terkait