Jumat, 17 Maret 2017

Besarnya Manfaat Ibu Hamil dan Balita Mengikuti Posyandu

Besarnya Manfaat Ibu Hamil dan Balita Mengikuti Posyandu

Posyandu merupakan salah satu bentuk Upaya Kesehatan Bersumberdaya Masyarakat (UKBM) yang dilaksanakan oleh, dari, dan bersama masyarakat. Posyandu bertujuan untuk memberdayakan masyarakat dan memberikan kemudahan dalam memperoleh pelayanan kesehatan bagi ibu, bayi dan anak balita. 

Upaya peningkatan peran dan fungsi Posyandu bukan semata-mata tanggungjawab pemerintah saja, namun semua komponen yang ada di masyarakat, termasuk kader. Peran kader dalam penyelenggaraan Posyandu sangat besar karena selain sebagai pemberi informasi kesehatan juga sebagai penggerak masyarakat untuk datang ke Posyandu dan melaksanakan perilaku hidup bersih dan sehat. 


Berikut ini adalah manfaat yang diperoleh masyarakat yang mengikuti posyandu.
  1. Memperoleh kemudahan untuk mendapatkan informasi dan pelayanan kesehatan bagi ibu, bayi, dan anak balita. 
  2. Pertumbuhan anak balita terpantau sehingga tidak menderita gizi kurang atau gizi buruk. 
  3. Bayi dan anak balita mendapatkan kapsul Vitamin A. 
  4. Bayi memperoleh imunisasi lengkap. 
  5. Ibu hamil akan terpantau berat badannya dan memperoleh tablet tambah darah (Fe) serta imunisasi Tetanus Toksoid (TT). 
  6. Ibu nifas memperoleh kapsul Vitamin A dan tablet tambah darah (Fe). 
  7. Memperoleh penyuluhan kesehatan terkait tentang kesehatan ibu dan anak. 
  8. Apabila terdapat kelainan pada bayi, anak balita, ibu hamil, ibu nifas dan ibu menyusui dapat segera diketahui dan dirujuk ke puskesmas. 
  9. Dapat berbagi pengetahuan dan pengalaman tentang kesehatan ibu, bayi, dan anak balita.

Kegiatan Posyandu terdiri dari kegiatan utama dan kegiatan pengembangan. 

Kegiatan utama, mencakup:
  • Kesehatan ibu dan anak
  • Keluarga berencana
  • Imunisasi
  • Pemenuhan gizi
  • Pencegahan dan penanggulangan diare. 

Kegiatan pengembangan, dalam kegiatan ini masyarakat dapat menambah kegiatan baru disamping lima kegiatan utama yang telah ditetapkan, dinamakan Posyandu Terintegrasi. Kegiatan baru tersebut antara lain:
  • Bina Keluarga Balita (BKB)
  • Tanaman Obat Keluarga (TOGA)
  • Bina Keluarga Lansia (BKL)
  • Pos Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD)
  • berbagai program pembangunan masyarakat desa lainnya. 

Siapakah yang harus mengikuti posyandu?
Semua anggota masyarakat yang membutuhkan pelayanan kesehatan dasar harus mengikuti posyandu, antara lain:
  • Bayi dan anak balita
  • Ibu hamil, ibu nifas dan ibu menyusui
  • Pasangan usia subur
  • Pengasuh anak. 

Keberhasilan pengelolaan Posyandu memerlukan dukungan yang kuat dari berbagai pihak, baik dukungan moril, materil, maupun finansial. Selain itu diperlukan adanya kerjasama, tekanan dan pengabdian para pengelolanya termasuk kader. 

Apabila kegiatan Posyandu terselenggara dengan baik akan memberikan kontribusi yang besar, dalam menurunkan angka kematian ibu, bayi, dan anak balita.

Artikel Terkait