Kamis, 23 Maret 2017

Setiap Ibu Bersalin Harus Ditolong Oleh Dokter atau Bidan

Setiap Ibu Bersalin Harus Ditolong Oleh Dokter atau Bidan

Persalinan merupakan periode kritis bagi ibu dan bayinya. Setiap ibu bersalin harus ditolong oleh tenaga kesehatan yang terlatih yaitu dokter dan atau bidan, serta merujuk kepada pelayanan spesialis jika terjadi komplikasi.

Setiap kehamilan memerlukan perhatian, karena akan selalu ada risiko buruk terhadap ibu, bayi atau keduanya. Banyak bahaya, penyakit atau bahkan kematian yang sesungguhnya dapat dicegah jika melakukan empat kali pemeriksaan kehamilan kepada petugas kesehatan terlatih, persalinan dilakukan di tempat yang memiliki fasilitas peralatan cukup serta ditolong oleh tenaga kesehatan terlatih yaitu dokter, dan atau bidan dan dilakukan pemeriksaan secara berkala terhadap ibu dan bayi selama 24 jam setelah kelahiran.

Jika ibu sudah siap akan melahirkan, ia dianjurkan untuk didampingi oleh orang yang ia pilih sendiri untuk membantunya selama proses dan sesudah kelahiran. Secara khusus pendamping dapat membantu dalam tiga hal, yaitu memberi makan dan minum, membantu teknik pernafasan yang sesuai dengan tahapan proses kelahiran, serta membantu mengurangi rasa sakit dan ketidaknyamanan sesuai dengan nasihat penolong persalinan terlatih.

Selama dan segera setelah melahirkan, penolong persalinan terlatih akan:
  • Mengawasi dan mengikuti proses kelahiran dan mengamati secara khusus tanda-tanda bahaya yang memerlukan pertolongan segera.
  • Memberi tahu ibu dan keluarganya jika perawatan spesialis diperlukan atau harus pindah ke rumah sakit.
  • Mengurangi risiko terkena infeksi dengan cara tetap menjaga kebersihan tangan, alat-alat dan tempat yang akan dipakai untuk melahirkan dan selalu tetap menggunakan sarung tangan pada waktunya. 
  • Menganjurkan agar ibu yang akan melahirkan mau berjalan kaki selama ia berada pada tahap satu persalinan dan membantu mengatur posisi melahirkan yang dikehendakinya. 
  • Membantu setiap tahap persalinan dan kelahiran bayi itu. 
  • Memotong tali pusar bayi pada saat yang tepat merawatnya. 
  • Merawat bayi dan menjaganyatetap hangat. 
  • Meletakkan bayi di dada ibu begitu bayi lahir. Biarkan ia berusaha mencari puting susu ibunya (Inisiasi Menyusu Dini). 
  • Tempatkanlah plasenta dengan aman, dan rawatlah ibu yang baru melahirkan. 
  • Memberikan salep mata antibiotika bagi bayi untuk mencegah kebutaan dan infeksi. 
  • Memberi suntikan vitamin K1. 
  • Memberi imunisasi hepatitis B antara satu sampai dua jam setelah suntikan vitamin K1. 
  • Memeriksa dan menimbang berat badan bayi. 
  • Memandikan bayi normal baru boleh dilakukan setelah enam jam kelahiran untuk mencegah kedinginan. 
  • Merujuk bayi dan ibunya ke fasilitas kesehatan yang lebih sesuai jika diperlukan.

Artikel Terkait