Selasa, 04 April 2017

Kontak Kulit Ibu Dengan Bayi dan Kemudian Menyusui ASI Segera Setelah Melahirkan

Kontak Kulit Ibu Dengan Bayi dan Kemudian Menyusui ASI Segera Setelah Melahirkan

Bayi baru lahir harus segera diletakkan di dada ibunya untuk dipeluk setelah dilahirkan. Bayi harus mendapatkan kontak kulit dengan ibunya dan bayi mulai menyusu dalam satu jam pertama setelah lahir. 

Kontak kulit ibu dengan bayinya dan kemudian menyusui ASI segera setelah melahirkan, akan merangsang produksi ASI. Menyusui juga akan membantu kandungan ibu mengecil, yang berarti berarti akan mengurangi risiko perdarahan besar atau infeksi dan membantu mendorong ari-ari keluar.

Kolostrum, air susu kental berwarna kekuning-kuningan yang diproduksi oleh ibu pada hari pertama melahirkan dan beberapa hari berikutnya, merupakan makanan paling sempurna untuk bayi baru lahir. Kolostrum tersebut bernilai gizi tinggi, dan penuh dengan antibodi yang melindungi bayi terhadap infeksi.

Kadang-kadang ibu dianjurkan untuk tidak memberikan kolostrum kepada bayi mereka. Nasihat ini sama sekali tidak benar, karena bayi baru lahir memperoleh banyak manfaat dari kolostrum tersebut. Bayi baru lahir tidak memerlukan makanan atau minuman lain kecuali ASI. Memberikan makanan atau minuman lain kepada bayi baru lahir, berakibat mengurangi produksi ASI. Selain itu dapat mengakibatkan diare atau penyakit infeksi lainnya. Susu yang diproduksi ibu, kaya akan gizi dan sangat cocok untuk bayi baru lahir. Bayi harus disusui sesering mungkin sebanyak yang ia minta.

Bayi yang mengalami kesulitan untuk mengisap susu ibunya dalam beberapa hari pertama, harus diusahakan selalu dekat dengan ibunya, dan diberi kesempatan untuk menyusu berulang kali, atau bayi dibantu disusui sehingga ia menyusu secara, atau bayi diberi ASI dengan menggunakan cangkir bersih (jangan gunakan botol dan dot). Ibu harus dibantu untuk meningkatkan kemampuan bayinya mengisap, dan kepadanya diperagakan bagaimana caranya memerah ASI jika diperlukan.

ASI sangat baik untuk bayi dengan BBLR. Namun demikian tidak semua bayi dapat menyusu pada hari pertama kelahirannya. Bagi bayi yang tidak menyusu pada ibunya, tersedia beberapa pilihan yaitu: ASI yang diperah (yang berasal dari ibu bayi), ASI donor (setelah melalui test HIV, dan ASI dihangatkan dengan benar) atau susu formula (hanya bila ada indikasi medis). Semua jenis susu ini harus diberikan dengan menggunakan cangkir, sendok, atau alat medis yang biasa digunakan oleh petugas kesehatan terlatih di fasilitas kesehatan.

ASI yang telah dihangatkan, dimulai dengan menghangatkan ASI yang diperah (cukup untuk satu atau dua kali makan), dalam sebuah panci kecil sampai air mendidih. ASI tersebut kemudian didinginkan dalam kontainer tertutup dan bersih sebelum diberikan kepada bayi dengan menggunakan cangkir. Petugas kesehatan terlatih dapat memberikan bimbingan lebih jauh kepada si Ibu tentang bagaimana memeras ASI dan cara memanaskan ASI.

Sangat dianjurkan bayi yang baru lahir untuk tidur bersama ibunya dalam satu kamar yang sama. Jika seorang ibu melahirkan di sebuah Rumah Sakit atau Klinik, maka ibunya dianjurkan berada dekat dengan bayinya selama 24 jam. Ia harus meminta dengan sungguh-sungguh kepada petugas RS atau klinik agar bayinya tidak diberi susu formula, atau air atau cairan lainnya selain ASI

Artikel Terkait