Menyusui Sesuai Keinginan Bayi, Tanpa Dibatasi Jumlah dan Frekuensi

Menyusui Sesuai Keinginan Bayi, Tanpa Dibatasi Jumlah dan Frekuensi

Hampir semua ibu dapat menyusui dengan baik. Menyusui bayi sesuai keinginan bayi dapat menghasilkan produksi ASI lebih banyak. Bayi harus disusui semau bayi tanpa dibatasi dalam jumlah maupun frekuensi.

Susu ibu dapat menghasilkan susu sebanyak yang dikehendaki bayi. Jika bayi menyusu lebih sering, maka semakin banyak pula ibu memproduksi ASI. Hampir setiap ibu dapat menyusui bayinya dengan baik dan memproduksi ASI yang cukup, jika:
  1. Ibu memberikan ASI secara eksklusif. 
  2. Bayi menyusu dalam posisi yang benar yaitu dengan pelekatan mulut bayi pada payudara juga tepat, sehingga bayi dapat mengisap susu ibu dengan baik. 
  3. Bayi menyusu semaunya selama ia mau, termasuk waktu siang maupun malam, dan dibiarkan menyusu sampai ia selesai menyusu atau tertidur. 
  4. Bayi menyusu secara bergantian dari payudara kiri dan kanan atau sebaliknya. Bayi baru dipindahkan dari payudara yang satu jika ia telah selesai menyusu pada payudara yang pertama. Menggendong bayi dalam posisi yang benar membantu memudahkan bayi menyusu.

Beberapa tanda bahwa bayi berada dalam posisi yang benar untuk menyusu
  1. Kepala bayi dan badannya berada dalam satu garis lurus.
  2. Badan bayi menempel pada tubuh ibunya.
  3. Seluruh tubuh bayi menghadap ke arah ibunya.
  4. Bayi dalam keadaan santai, gembira dan mengisap susu ibunya.

Memegang bayi dalam posisi yang kurang baik, akan menimbulkan beberapa kesulitan antara lain: 
  1. Bayi tidak mendapatkan ASI yang cukup. 
  2. Bayi menolak menyusu.

Beberapa tanda bayi menempel dengan baik
  1. Lebih banyak warna gelap sekitar puting susu ibu (areola) yang dapat dilihat di atas mulut bayi daripada dibawah mulut bayi. 
  2. Mulut bayi terbuka lebar. 
  3. Bibir bawah bayi mengarah keluar. 
  4. Dagu bayi menyentuh payudara ibu.

Beberapa tanda bahwa bayi menyusu deangan baik
  1. Bayi mengisap lama dan dalam. 
  2. Pipi terlihat bundar ketika sedang mengisap.
  3. Bayi akan melepaskan payudara jika sudah selesai.

Biasanya ibu tidak akan merasa sakit di sekitar payudaranya ketika sedang menyusui. Sejak lahir bayi harus menyusu setiap saat ia mau. Bayi harus diberi ASI sesuai dengan permintaan bayi, semau bayi dan tanpa dibatasi jumlah, frekuensi dan waktunya. Jika bayi baru lahir tidur lebih dari 3 jam setelah menyusu, ia boleh dibangunkan secara lembut dan ditawarkan untuk menyusu lagi.

Menangis bukanlah tanda bahwa bayi ingin makan atau minum. Biasanya bayi ingin dipegang dan dipeluk, atau popoknya perlu diganti, atau bayi merasa kepanasan atau kedinginan. Sebagian bayi menyusu hanya untuk merasa nyaman. Semakin banyak bayi mengisap susu, semakin banyak ASI yang dihasilkan yang membantu memenuhi kebutuhan bayi. Jika bayi menangis dalam waktu lama, walaupun sudah diberi ASI dan dipeluk, mungkin ibu perlu dukungan tambahan dalam memberi ASI, atau mungkin bayi kurang sehat. Sebaiknya ibu datang berkonsultasi kepada petugas kesehatan terlatih.

Memberi dot atau botol kepada bayi, dapat mengganggu proses pemberian ASI, karena gerakan mengisap dot atau botol berbeda dengan gerakan menyusu pada ibu. Bayi yang terbiasa dengan botol atau dot akan menolak menyusu kepada ibunya. Proses ini akan menyebabkan terbatasnya waktu bayi untuk menyusu kepada ibu dan akhirnya mengurangi produksi ASI. Dot dan botol dapat tercemar sehingga dapat meningkatkan risiko sakit.

Ibu yang merasa kuatir tidak mempunyai ASI yang cukup, sering memberi bayinya minuman atau makanan tambahan pada bulan-bulan awal kelahiran bayinya. Hal ini justru akan menyebabkan bayi semakin malas untuk menyusu pada ibunya, sehingga akhirnya semakin sedikit ASI yang diproduksi ibunya. Ibu akan memproduksi ASI lebih banyak jika tidak memberikan minuman dan makanan tambahan kepada bayinya, tetapi ia tetap menyusui bayinya.

Ibu perlu lebih diyakinkan bahwa ibu cukup memberi makan bayinya dengan memberi ASI saja sampai bayi berusia 6 bulan. Semua ibu, terutama mereka yang tidak yakin terhadap pemberian ASI, perlu mendapatkan dukungan dan dorongan dari suami dan anggota keluarga lainnya, tetangga, kawan-kawan, petugas kesehatan, tempat bekerja, bahkan organisasi perempuan.

Petugas kesehatan yang menolong persalinan dapat membantu meningkatkan kesadaran dan pemahaman tentang manfaat menyusui. Petugas kesehatan harus membantu ibu untuk menyusui anaknya dan membantu ayah bayi, serta keluarga lain untuk mau menerima bahwa menyusui merupakan sebuah proses alami dan kebiasaan baik yang bernilai gizi tinggi serta dapat melindungi kehidupan bayi.

Ibu yang merasa kuatir tidak mempunyai ASI yang cukup, sering memberi bayinya minuman atau makanan tambahan pada bulan-bulan awal kelahiran bayinya. Hal ini justru akan menyebabkan bayi semakin malas untuk menyusu pada ibunya, sehingga akhirnya semakin sedikit ASI yang diproduksi ibunya. Ibu akan memproduksi ASI lebih banyak jika tidak memberikan minuman dan makanan tambahan kepada bayinya, tetapi ia tetap menyusui bayinya.

Ibu perlu lebih diyakinkan bahwa ibu cukup memberi makan bayinya dengan memberi ASI saja sampai bayi berusia enam bulan. Semua ibu, terutama mereka yang tidak yakin terhadap pemberian ASI, perlu mendapatkan dukungan dan dorongan dari suami dan anggota keluarga lainnya, tetangga, kawan-kawan, petugas kesehatan, tempat bekerja, bahkan organisasi perempuan.