Sabtu, 08 April 2017

Pertanyaan Penting Untuk Mengetahui Masalah Pertumbuhan Anak

Tags

Pertanyaan Penting Untuk Mengetahui Masalah Pertumbuhan Anak

Apakah anak cukup sering makan? 

Di samping pemberian ASI, seorang anak yang berusia antara 6-8 bulan perlu diberi makanan lumat 2-3 kali per hari dan mulai usia 9 bulan diberi makan 3-4 kali per hari. Makanan selingan yang bergizi seperti buah-buahan atau kue, diperlukan 1-2 kali dalam sehari. Seorang anak yang gagal tumbuh atau mengalami cacat, dapat mungkin memerlukan tambahan bantuan dan waktu yang lebih lama untuk makan.

Apakah anak mendapatkan makanan yang cukup? 

  • Seorang anak usia 6–8 bulan pada awalnya perlu mendapatkan makanan lumat 2-3 sendok penuh, dan secara bertahap ditambahkan porsinya menjadi 1/2 mangkuk berukuran 250 cc setiap kali makan (tiga kali makanan lembik + dua kali makan selingan + ASI). 
  • Anak usia 12-24 bulan memerlukan satu mangkuk penuh ukuran 250 cc makanan keluarga setiap kali makan (tiga kali makanan keluarga + dua kali makanan selingan +ASI). 
  • Anak usia dua tahun dan lebih memerlukan paling sedikit satu mangkuk penuh berukuran 250 cc setiap kali makan. 
Jika anak dapat menghabiskan makanannya dan masih ingin tambah, maka sebaiknya diberikan.

Apakah komposisi makanan anak mengandung terlalu sedikit zat pertumbuhan atau zat pemberi tenaga? 

Makanan yang membantu anak untuk tumbuh adalah buncis, kacang-kacangan, daging, ikan, telur, dan nasi. Menjadikan makanan yang berasal dari hewan sebagai menu sehar-hari juga penting. Minyak dalam jumlah sedikit dapat menambah tenaga. Minyak sawit merah juga merupakan sumber tenaga.

Makanan yang berkualitas tinggi untuk pertumbuhan tentu penting untuk menjamin bahwa anak akan mencapai berat dan tinggi badan yang optimal. Makanan yang terlalu berlemak, atau mengandung kadar gula, biasanya tidak kaya dengan vitamin, dan mineral atau zat gizi penting lainnya yang dapat mengakibatkan anak memiliki berat badan berlebihan dan tidak proporsional dengan tinggi badannya.

Apakah anak tidak mau makan? 

Jika anak tidak menyukai rasa makanan tertentu, perlu ditawarkan makanan lain kepadanya. Berbagai makanan baru, perlu dikenalkan kepada anak secara bertahap.

Apakah anak sakit?

Anak sakit memerlukan dorongan agar ia mau makan dalam porsi kecil tetapi sering. Anak perlu disusui lebih sering. Anak yang baru sembuh dari sakit harus makan lebih banyak dari biasanya untuk memulihkan berat badannya yang hilang selain mengisi kembali tenaga dan cadangan makanannya. Anak yang sering sakit perlu diperiksa oleh petugas kesehatan terlatih.

Apakah anak mendapatkan cukup makanan yang mengandung vitamin A?

ASI kaya dengan vitamin A. Makanan lain yang mengandung vitamin A, adalah hati, telur, minyak sawit merah, buah-buahan berwarna kuning atau oranye, dan daun sayuran berwarna hijau. Jika jenis makanan ini tidak tersedia dalam jumlah yang cukup, maka petugas kesehatan dapat memberikan kapsul vitamin A setiap enam bulan.

Apakah anak mendapatkan susu pengganti dengan cara menggunakan botol? 

Jika anak terpaksa diberikan susu pengganti atau susu formula karena alasan medis/keadaan khusus, pemberiannya harus menggunakan cangkir bersih, dan terbuka, bukan menggunakan botol.

Bagaimana pola pemberian makan terbaik bagi bayi dan anak di bawah dua tahun? 

  1. Inisiasi Menyusu Dini (IMD) segera setelah lahir.
  2. Hanya memberikan ASI sampai dengan usia enam bulan 
  3. Memberikan makanan pendamping ASI (MP-ASI) mulai usia enam bulan 
  4. Menyusui dilajutkan sampai anak berusia24 bulan atau lebih. 
Butir 1 sampai dengan 4 di atas disebut juga sebagai Golden Standard atau Standar Emas Pemberian Makanan Bayi dan Anak.

Apakah makanan disimpan dengan cara bersih?

Jika tidak, anak akan sering jatuh sakit. Bahan makanan yang mentah harus dicuci dan dimasak dengan menggunakan air bersih mengalir yang berasal dari sumber yang aman. Makanan yang telah dimasak harus segera dimakan, jangan ditunda. Makanan sisa harus disimpan dengan baik, dan nanti boleh dipanaskan kembali jika akan dimakan.

Apakah air yang digunakan cukup bersih? 

Air bersih merupakan kebutuhan yang penting untuk kesehatan anak. Air harus berasal dari sumber yang aman, dan dijaga agar tetap bersih dengan cara menyimpannya dalam tempat tertutup sehingga air tersebut bersih di dalam dan bersih di luar. Air minum yang bersih dapat diperoleh dari pipa air yang dirawat, diperiksa dan diberi klorin (kaporit) secara teratur, dari pipa air umum, dari sumur gali yang dilindungi, mata air yan dilindungi, atau penampungan air hujan.

Jika air diambil dari kolam, air sungai, mata air yang tidak dilindungi, sumur atau tangki, air tersebut harus dijernihkan lebih dahulu. Cara pengolahan air yang dapat dilakukan di rumah adalah dengan cara mendidihkan, menyaring, memberi klorin, menyucihamakan dengan menggunakan sinar matahari sesuai dengan petunjuk petugas kesehatan terlatih atau petugas lapangan.

Apakah pembuangan kotoran dilakukan dengan menggunakan jamban atau dikubur? 

Apakah tangan dicuci dengan menggunakan sabun atau pengganti sabun, seperti abu dan air setelah buang air besar? Jika tidak, anak mungkin akan tertular cacing, dan berbagai penyakit lainnya. Anak yang menderita cacingan harus minum obat cacing yang diberikan oleh petugas kesehatan terlatih.

Artikel Terkait