Rabu, 05 April 2017

Susu Formula dan Botol Dapat Mengancam Kesehatan Bayi

Tags

Susu Formula dan Botol Dapat Mengancam Kesehatan Bayi

Memberikan ASI dengan menggunakan botol dan memberikan produk pengganti ASI seperti susu formula, atau susu yang berasal dari hewan dapat mengancam kesehatan bayi dan kelangsungan hidup bayi. Apabila ibu tidak dapat menyusui anaknya karena alasan medis, maka bayi dapat diberi ASI yang diperah, dan hanya bila terpaksa dapat diberi produk pengganti ASI yang disajikan dengan menggunakan cangkir bersih.

Bayi yang tidak mendapatkan ASI, tidak akan memperoleh perlindungan dari antibodi ibunya yang disalurkan melalui ASI terhadap berbagai penyakit. Bayi akan dengan mudah terkena diare, dan infeksi saluran pernafasan serta telinga. Diare dan infeksi saluran pernafasan dapat mematikan bayi dan anak.

Memberi makan bayi dengan produk pengganti ASI atau susu formula, dapat mengakibatkan pertumbuhan yang lambat dan sakit-sakitan, jika:
  1. Terlalu banyak atau terlalu sedikit air yang ditambahkan 
  2. Air tidak berasal dari sumber yang aman 
  3. Botol dan puting susu tidak dibersihkan dengan baik.

Pengganti ASI dapat mengandung bakteri berbahaya yang dapat menyebabkan anak sakit. Menurut hasil beberapa penelitian, diketahui bahwa anak yang diberikan produk pengganti ASI lebih berisiko memiliki berat badan berlebihan, penyakit kronis seperti penyakit jantung, dibandingkan dengan anak. Yang diberikan produk pengganti ASI, memerlukan biaya yang mahal apalagi jika orang tuanya tidak mampu. Sebagai contoh, untuk memberi makan seorang bayi selama 6 bulan pertama akan memerlukan 20 kg produk pengganti ASI atau sekitar 40 kaleng susu formula. Petugas kesehatan terlatih harus memberi tahu orang tua mengenai besarnya biaya penggunaan susu pengganti ASI.

Jika memang sangat diperlukan untuk memberikan susu pengganti kepada bayi karena alasan medis, hal penting pertama yang harus dilakukan adalah memasak air bersih hingga mendidih dan setelah itu dicampur dengan bubuk susu formula. Air matang yang sudah dingin kembali tidak boleh dicampurkan dengan bubuk pengganti ASI. Petunjuk untuk mencampur harus diikuti dengan teliti. Ini untuk memastikan bahwa jumlah bubuk formula dengan air yang aman akan bercampur dalam satu proses yang higienis. Sebelum memberikan susu pengganti kepada bayi, ibu, ayah atau pengasuh harus yakin bahwa susu tersebut tidak terlalu panas.

Susu yang berasal dari hewan atau susu formula akan menjadi rusak jika disimpan dalam ruangan bertemperatur antara 20 – 25 derajat celcius lebih dari dua jam. ASI dapat disimpan sampai dengan 8 jam dalam kondisi temperatur ruangan tanpa menjadi rusak. Tentunya, lebih baik jika menyimpan segala macam susu dalam botol atau wadah tertutup yang bersih, lebih baik lagi dalam lemari pendingin (kulkas).

Memberi makan dengan menggunakan cangkir lebih aman dibandingkan dengan menggunakan botol, karena cangkir lebih mudah dibersihkan dengan air dan sabun. Dengan menggunakan cangkir akan terjalin kontak dan stimulasi kebutuhan bayi, karena ibu atau pengasuh harus memegang bayi. Memberi makan dengan menggunakan cangkir tidak akan menimbulkan masalah yang dapat mengganggu reflek anak untuk menghisap atau menyusu dari ibunya.

Makanan terbaik untuk bayi yang tidak dapat langsung menyusu kepada ibunya, adalah ASI yang diperah dari ibunya untuk kemudian diberikan kepada bayi dengan menggunakan cangkir bersih yang tidak ditutup. Bahkan bayi yang baru lahirpun dapat diberi ASI dengan mengunakan cangkir tersebut. Jika diperlukan untuk memberi produk pengganti ASI, maka itupun sebaiknya tetap diberikan dengan menggunakan cangkir bukan botol.

Artikel Terkait