Waktu Makan Merupakan Saat Belajar, Menyayangi, Mencintai dan Berinteraksi Kepada Anak

Waktu Makan Merupakan Saat Belajar, Menyayangi, Mencintai dan Berinteraksi Kepada Anak

Waktu makan merupakan saat belajar, menyayangi, mencintai dan berinteraksi untuk meningkatkan pertumbuhan dan perkembangan fisik, sosial, dan emosi anak. Kedua orang tua, atau pengasuh harus mengajak bicara dengan anak selama makan, dan memberi makan serta memperlakukan anak laki-laki dan perempuan dengan setara dan sabar.

Waktu makan memberikan kesempatan kepada ibu dan ayah atau pengasuh untuk berinteraksi dan berbicara dengan anak serta membantu proses belajar mereka. Hal ini dapat membantu merangsang perkembangan sosial dan emosi anak. Membujuk anak untuk mau makanmerupakan hal penting, tetapi tidak boleh memaksa mereka makan.

Setiap anak berbeda dalam kemampuan menerima ASI, demikian pula tingkat pertumbuhannya. Bayi perlu disuapi langsung sedangkan anak di atas satu tahun harus dibantu, ketika mereka mulai belajar makan sendiri.

Jika anak tidak mau makan jenis makanan tertentu, pengasuh dapat mencoba kombinasi makanan yang berbeda, rasa, dan cara membujuk yang juga berbeda. Pengasuh harus mengupayakan sekecil mungkin tidak mengalihkan perhatian, jika anak kehilangan selera makannya

Anak laki-laki dan perempuan menuntut perhatian dan waktu makan yang sama. Mereka harus menerima kuantitas dan kualitas makanan serta minuman yang sama. Mereka sama-sama harus mendapatkan ASI pada usia enam bulan pertama, dan menerima jumlah makanan yang bervariasi dalam jumlah yang sama setelah berusia enam bulan. Ibu dan ayah perlu mendapatkan informasi tentang gizi anak. Kedua orang tua harus mengambil peran dalam memberi makan anak mereka