Minggu, 09 April 2017

Zat Besi Melindungi Kemampuan Fisik dan Mental Anak Serta Mencegah Anemia.

Zat Besi Melindungi Kemampuan Fisik dan Mental Anak Serta Mencegah Anemia.

Anak perlu makanan yang kaya dengan zat besi untuk melindungi kemampuan fisik dan mental anak serta untuk mencegah anemia. Sumber zat besi yang paling baik adalah yang berasal dari hewan, seperti hati, daging yang tidak berlemak, serta ikan.

Kekurangan zat besi dalam menu makanan sehari-hari merupakan penyebab terjadinya anemia. Anak dapat juga menderita anemia karena malaria dan cacing tambang. Bahkan kekurangan zat besi dalam jumlah sedang saja sudah dapat merusak perkembangan intelektual anak. Anemia merupakan masalah gizi yang paling banyak ditemukan di dunia.

Zat besi dapat diperoleh dari makanan yang berasal dari hewan seperti hati, daging dan ikan. Ia terdapat juga dalam makanan yang berasal dari tumbuh-tumbuhan, seperti kacang-kacangan. Makanan seperti gandum tepung terigu,dan tepung jagung, kecap kedelai, kecap ikan dan kecap lainnya kadang-kadang diperkaya dengan zat besi. Makanan yang diperkaya dengan zat besi dapat membantu mencegah anemia. Jika dikonsumsi dengan vitamin C, sistem pencernaan akan menyerap zat besi lebih baik.

Beberapa gejala anemia termasuk pucat pada telapak tangan, lidah, bibir dan di dalam kelopak mata, di samping kelelahan dan sulit bernafas.

Pada anak usia dibawah 2 tahun
Anemia dapat menjadi penyebab terjadinya masalah bagi keseimbangan dan koordinasi, yang dapat mengakibatkan anak nampak pendiam dan menarik diri. Hal ini dapat membatasi kemampuan anak untuk berinteraksi dan menghambat perkembangan intelektualnya. Anak dapat memperoleh manfaat dari pemberian mineral dan vitamin yang mengandung zat besi dalam bentuk suplemen dan tabur gizi. Tabur gizi dapat mudah ditambahkan dengan praktis ke dalam makanan anak usia usia mulai enam bulan.

Pada perempuan hamil dan remaja putri
Anemia dapat meningkatkan tingkat kegawatan akibat kekurangan darah dan risiko infeksi saat melahirkan. Ini menjadi penyebab penting kematian ibu. Anak yang lahir dari ibu yang menderita anemia sering mengalamai berat badan rendah dan anemia. Suplemen zat besi bagi ibu hamil dapat melindungi ibu dan bayinya. Remaja puteri yang juga menderita anemia, akan memperoleh manfaat dengan mengonsumsi tablet tambah darah setiap minggu.Tambahan ini diperlukan untuk membangun cadangan zat besi dalam tubuhnya agar kehamilannya sehat.

Malaria dan cacing tambang dapat menyebabkan anemia. Hati-hati memberi zat besi kepada penderita malaria. Mengkonsumsi suplemen zat besi untuk mengobati anemia pada penderita malaria dapat memperburuk kondisi anemia.

Berkaitan dengan masalah malaria
  • Anak yang tinggal di daerah malaria hanya boleh diberi tablet tambah darah dan asam folat ter masuk tabur gizi yang mengandung zat besi, jika malarianya sudah diperiksa dan diobati serta anemianya diperiksa.
  • Perempuan hamil, ibu, ayah dan pengasuh yang tinggal di daerah malaria perlu berkonsultasi ke pada petugas kesehatan terlatih tentang pemakaian suplemen zat besi untuk anak mereka. 
  • Untuk mencegah malaria, anak, wanita hamil dan ibu serta anggota keluarga yang lain harus tidur menggunakan kelambu berisektisida.

Berkaitan dengan masalah cacing
  • Anak yang tinggal di daerah endemis cacingan harus diobati dua sampai tiga kali dalam setahun dengan obat cacing (anthelmintic). Memberikan obat cacing secara teratur kepada anak mem bantu pengobatan anemia yang disebabkan oleh cacing, dan membantu anak memulihkan kem bali selera makannya. Kebiasaan hidup bersih dapat mencegah masuknya cacing. Anak sebaiknya tidak bermain dekat jamban, mencuci tangan dengan sabun dan air atau penggantinya seperti abu dan air, serta memakai sepatu atau sandal untuk mencegah penularan telur cacing. 
  • Perempuan hamil yang tinggal di daerah banyak terdapat kasus cacingan harus diobati dengan obat cacing yang dianjurkan.

Artikel Terkait