Rabu, 26 Juli 2017

Batuk Pilek Biasa Apabila Tidak Segera Diobati Dapat Menjadi Pneumonia

Batuk Pilek Biasa Apabila Tidak Segera Diobati Dapat Menjadi Pneumonia

Batuk pilek biasa apabila tidak segera diobati dapat menjadi pneumonia, atau infeksi dadakan yang menyerang paru-paru. Gejala dan tanda pneumonia pada bayi dan balita umumnya batuk yang disertai kesukaran bernafas, seperti nafas cepat, tarikan dinding dada bagian bawah ke dalam pada saat menghela nafas. Penyakit ini tergolong berbahaya dan anak yang mengalaminya perlu segera dibawa ke puskesmas atau rumah sakit.

Pada umumnya batuk-batuk, pilek, sakit tenggorokan, dan ingusan sembuh tanpa diobati. Namun terkadang penyakit tersebut dapat memburuk menjadi pneumonia sehingga memerlukan pemberian antibiotik. Pemberian antibiotik pada anak yang menderita pneumonia harus sesuai dengan petunjuk dokter atau petugas kesehatan. Antibiotik harus diberikan sampai habis kepada anak.

Pneumonia pada bayi dan balita banyak disebabkan oleh bakteri, sedangkan untuk usia lima tahun atau lebih pneumonia banyak disebabkan bukan oleh bakteri tetapi virus.

Banyak anak yang terkena pneumonia meninggal karena orang tua atau ibu tidak sadar akan parahnya penyakit tersebut dan terlambat membawa ke Puskesmas atau Rumah Sakit.

Kematian anak karena pneumonia dapat dicegah jika:

  1. Orang tua dan pengasuh anak memahami bahwa batuk disertai kesukaran bernafas seperti adanya tarikan dinding dada bagian bawah ke dalam pada saat menarik nafas adalah tanda bahaya dan perlu segera meminta pertolongan petugas kesehatan. 
  2. Orang tua dan pengasuh anak harus tahu ke mana minta pertolongan. 
  3. Pelayanan kesehatan dan antibiotik yang harganya terjangkau selalu tersedia.

Anak harus segera dibawa ke Puskesmas atau petugas kesehatan terlatih jika ada tanda-tanda sebagai berikut : 

  1. Anak bernafas lebih cepat dari biasanya. 
    • anak berumur kurang dari dua bulan: 60 kali per menit atau lebih. 
    • anak umur 2 - 12 bulan: 50 kali per menit atau lebih. 
    • anak umur 12 bulan sampai lima tahun: 40 kali per menit atau lebih. 
    • anak umur 5 – 12 tahun : 30 kali per menit atau lebih. 
    • anak umur 13 tahun atau lebih : 20 kali per menit atau lebih. 
  2. Anak mengalami kesulitan bernafas atau sesak nafas. 
  3. Dada bagian bawah tertarik ke dalam pada waktu anak menarik nafas atau tampak pada gerakan perut naik turun. 
  4. Anak terserang batuk selama lebih dari dua minggu. 
  5. Anak tidak dapat menyusu atau minum. 
  6. Anak sering muntah-muntah. 
  7. Anak kejang. 
  8. Anak dengan kesadaran menurun. 

Petugas kesehatan harus memberi informasi kepada orang tua dan pengasuh anak tentang risiko kesehatan anak yang terserang pneumonia, cara pencegahan dan pengobatannya.

Artikel Terkait