Yang Harus Ibu Ketahui Tentang Batuk Pilek Pada Anak

Yang Harus Ibu Ketahui Tentang Batuk Pilek Pada Anak

Batuk, pilek, sakit tenggorokan, dan ingusan sering menyerang anak-anak dan dianggap tidak berbahaya. Meskipun demikian, dalam beberapa kasus, batuk dan pilek merupakan suatu tanda penyakit yang lebih berbahaya, seperti pneumonia dan tuberkulosis. Pneumonia merupakan bagian dari Infeksi Saluran Pernafasan Akut (ISPA), di mana penyakit ISPA terdiri dari batuk bukan pneumonia (batuk pilek biasa), pneumonia, dan pneumonia berat.

Di dunia, Infeksi Saluran Pernafasan Akut (ISPA) menjadi penyebab kematian dari 4 juta anak balita selama 2000-2003, kematian balita karena ISPA 19% dan kematian bayi karena pneumonia 26% (World Health Research, Bryce at all, 2005). Di Indonesia, dari hasil SKRT 2001 proporsi kematian bayi karena ISPA 27,6%, sedangkan proporsi kematian bayi karena pneumonia 22,8%. Hasil Riskesdas tahun 2007 proporsi kematian balita karena pneumonia 18,2%.

Apa yang harus diketahui oleh keluarga dan masyarakat tentang batuk pilek pada anak
  1. Anak yang batuk pilek biasa harus dijaga agar tetap hangat dan lebih sering diberi minum dan makanan bergizi.
  2. Batuk dan pilek disertai demam (lebih dari 38ºC), sakit kepala, sakit persendian dan otot, nyeri tenggorokan, dan terkadang muntah dan diare dapat menjadi pertanda Influenza A Baru H1N1.
  3. Batuk pilek biasa apabila tidak segera diobati dapat menjadi pneumonia, atau infeksi dadakan yang menyerang paru-paru. Gejala dan tanda pneumonia pada bayi dan balita umumnya batuk yang disertai kesukaran bernafas, seperti nafas cepat, tarikan dinding dada bagian bawah ke dalam pada saat menghela nafas. Penyakit ini tergolong berbahaya dan anak yang mengalaminya perlu segera dibawa ke Puskesmas atau Rumah Sakit.
  4. Pneumonia dapat dicegah. Caranya, keluarga mendorong ibu tetap memberikan ASI eksklusif pada bayi sekurang-kurangnya pada enam bulan pertama, selain memberikan menu bergizi dan imunisasi lengkap pada anak, serta menjauhkan anak dari penderita batuk.
  5. Bayi, balita, ibu hamil, dan lanjut usia sangat rentan terhadap batuk dan pilek, terlebih bila terpapar oleh polusi udara seperti asap rokok, asap dapur, asap kendaraan, asap pabrik, dan kebakaran hutan.
  6. Anak yang batuk terus menerus sampai dua minggu atau lebih harus segera dibawa ke dokter. Kemungkinan anak terkena tuberkulosis yakni infeksi infeksi paru-paru menahun jenis yang lain.

Semua anak perempuan dan laki-laki mempunyai hak yang sama untuk memperoleh pelayanan kesehatan yang berkualitas. Bila itu dipenuhi, infeksi saluran pernafasan dan penyakit lainnya terdiagnosis lebih akurat dan dapat diobati sebelum terlambat.