Rabu, 30 Agustus 2017

Vastigo - Komposisi, Indikasi, Kontraindikaasi, Dosis, Efek Samping

Vastigo - Komposisi, Indikasi, Kontraindikaasi, Dosis, Efek Samping

Vastigo


Komposisi

Tiap tablet mengandung:
Betahistine mesilte  6 mg

Farmkologi

Betahistine memperlebar spinchter prekpiler sehingga meningkatkan aliran darah pada telinga bagian dalam.
Betahistine mengatur permeabilitas kapiler pada telinga bagian dalam, dengan demikian menghilangkan endolymphatic hydrops.
Betahistine juga memperbaiki sirkulasi serebral dan meningkatkan aliran darah arteri karotis interna.

Indikasi

Mengurangi vertigo, dizziness yang berhubungan dengan gangguan keseimbangan yang terjadi pada gangguan sirkulasi darah atau sindrom maniere, penyakit maniere dan vertigo perifer.

Kontraindikasi

Pasien yang menderita feokromositoma

Dosis

Dewasa: 1-2 tablet, 3 kali sehari.
Dosis disesuaikan dengan umur penderita dan keadaan penyakit.

Efek Samping

  • Saluran cerna: rasa mual, muntah atau gangfguan saluran cerna lainnya.
  • Reaksi hipersensitivitas: ruam pada kulit (jarang terjadi)

Peringatan dan Perhatian

  • Hati-hati bila diberikan pada penderita dengan gastric ulcer, active digestive ulcer, urtikaria atau rasher dan asma bronkial.
  • Keamanan penggunaannya pada masa kehamilan belum dibuktikan, sebaiknya diberikan hanya bila keuntungan terapi loebih besar dari risiko yang mungkin timbul.

HARUS DENGAN RESEP DOKTER

SIMPAN PADA SUHU DIBAWAH 30 C
TERLINDUNG DARI CAHAYA

Senin, 07 Agustus 2017

5 Hal Penting Yang Harus Anda Ketahui Tentang Malaria

5 Hal Penting Yang Harus Anda Ketahui Tentang Malaria

Malaria adalah penyakit menular yang sangat berbahaya, di daerah tertentu penyakit malaria banyak terjadi. Hal tersebut terjadi karena cepatnya penularan penyakit malaria, yaitu melalui nyamuk anopeles. Membekali diri dengan mengetahui tentang penyakit malaria dapat memberikan kita pedoman dalam menangani penyakit malaria. Berikut ini adalah 5 informasi penting yang harus anda ketahui tentang malaria.

5 Hal Penting Yang Harus Anda Ketahui Tentang Malaria

  1. Malaria ditularkan melalui gigitan nyamuk anopheles. Tidur memakai kelambu berinsektisida adalah cara terbaik menghindari gigitan nyamuk. Di daerah endemis malaria, kelambu berinsektisida diberikan kepada ibu hamil dan ibu yang mempunyai balita secara cuma-cuma. 
  2. Anak-anak di daerah endemis malaria berada dalam keadaan bahaya. Anak yang demam harus segera diperiksa oleh petugas kesehatan terlatih dan secepatnya mendapat pengobatan anti malaria yang tepat bila hasil pemeriksaan darahnya positif.
  3. Malaria sangat berbahaya bagi ibu hamil. Di daerah endemis malaria ibu hamil harus tidur di dalam kelambu berinsektisida.
  4. Anak yang terserang malaria atau yang sedang dalam masa penyembuhan memerlukan banyak makan dan minum.
  5. Keluarga dan masyarakat dapat mencegah malaria dengan menjaga kebersihan lingkungan untuk menghentikan perkembangan nyamuk.

Itulah hal penting yang harus anda ketahui tentang malaria. Mari jaga kesehatan dengam hidup bersih dan gaya hidup sehat.

Gejala dan Cara Penularan Penyakit Malaria

Gejala dan Cara Penularan Penyakit Malaria

Malaria adalah penyakit serius yang ditularkan melalui gigitan nyamuk anopheles. Penyakit malaria adalah penyakit menular dan menyerang semua golongan umur yaitu bayi, anak-anak dan dewasa. Malaria juga sangat membahayakan ibu hamil, karena mengakibatkan anemia, keguguran, bayi lahir mati, Berat Badan Bayi Lahir Rendah (BBLR), dan kematian ibu.

Setiap tahun terdapat 300-500 juta kasus malaria di dunia. Menurut WHO kasus malaria tahun 2006 mencapai 250 juta dan penyebab 1 juta kematian utamanya anak balita.Di daerah yang terjangkit malaria, penyakit tersebut dapat menjadi penyebab utama kematian dan penghambat pertumbuhan anak.

Angka penderita malaria cukup tinggi, mencapai 70 juta atau 35% dari penduduk Indonesia. Di masa yang akan datang, penderita malaria akan terus meningkat akibat mobilitas penduduk yang relatif cepat, perubahan lingkungan antara lain karena pembangunan wilayah (pembukaan hutan, industri, pertambangan, dan lain-lain) yang kurang memperhatikan aspek kualitas lingkungan sehat.

Malaria ditularkan dari orang ke orang oleh nyamuk Anopheles yang membawa parasit malaria atau Plasmodium.

Gejala malaria ringan berupa 

  • demam
  • menggigil dan berkeringat (trias malaria)
  • bisa disertai diare
  • mual, muntah
  • sakit kepala
  • nyeri otot atau pegal-pegal (malaria tanpa komplikasi).

Gejala malaria keadaan yang lebih berat

  • gangguan kesadaran, kejang
  • panas yang sangat tinggi
  • mata dan kulit kuning
  • perdarahan di hidung, gusi, dan saluran pencernaan
  • nafas cepat dan/atau sesak
  • warna air seni seperti teh tua sampai kehitaman
  • telapak tangan sangat pucat (malaria komplikasi). 

Pada anak-anak cepat menjadi gawat hingga koma dan meninggal. Anak balita rentan tertular malaria karena daya tahan yang kurang.

Seseorang yang sakit dapat menulari 25 orang sehat disekitarnya dalam waktu satu musim penularan, yaitu kurang lebih tiga bulan. Banyak jiwa dapat tertolong dengan pencegahan dan pengobatan dini terhadap malaria.

Kerjasama antara pemerintah dengan masyarakat, swasta, dan organisasi kemasyarakatan dapat menurunkan kasus malaria. Mereka perlu mendukung kegiatan pencegahan dengan cara penggunaan kelambu berinsektisida dan penyemprotan rumah penduduk pada daerah endemis serta pengendalian vektor lainnya, seperti menjaga kebersihan rumah dan lingkungan serta membunuh jentik-jentik dengan menebarkan ikan pemakan jentik dan pemberian larvasida.

Bersihkan Rumah Dari binatang Penular Seperti Kecoa, Nyamuk dan Tikus

Bersihkan Rumah Dari binatang Penular Seperti Kecoa, Nyamuk dan Tikus

Rumah harus bersih dan sehat serta bebas dari serangga dan binatang penular penyakit, seperti kecoa, nyamuk dan tikus serta bebas dari tempat perkembang biakannya

Untuk mencegah anggota keluarga kontak dengan serangga, maka yang dapat dilakukan adalah:
  1. Memasang kawat kasa pada jendela dan tempat yang terbuka. 
  2. Memasang pintu dengan sistem yang dapat tertutup sendiri. 
  3. Membersihkan lantai dan perabotan rumah dari kotoran dan debu secara teratur. 
  4. Penggunaan kelambu atau tudung bayi dapat digunakan untuk menutup bayi agar terlindung dari lalat, nyamuk dan serangga lain. 
  5. Memasang perangkap tikus untuk menjebak tikus dan batang kayu berperekat anti lalat untuk menangkap lalat.
  6. Kandang ternak harus dibersihkan.
  7. Dalam upaya-upaya pemberantasan yang bersifat darurat (mendesak), seperti kejadian luar biasa (wabah) demam berdarah dan malaria, binatang pembawa penyakit dapat diberantas dengan menggunakan bahan-bahan kimia beracun walau tidak dianjurkan dalam bidang kesehatan.
  8. Untuk mencegah anak-anak dan anggota keluarga lainnya terserang penyakit demam berdarah (DBD), maka dapat dilakukan 3M Plus:
    • Menguras dan menyikat dinding tempat-tempat penampungan air sekurang-kurangnya seminggu sekali. 
    • Menutup rapat-rapat tempat penampungan air.
    • Menguburkan, mengumpulkan, memanfaatkan, atau menyingkirkan barang-barang bekas yang dapat menampung air hujan, seperti kaleng bekas, plastik bekas, dan lain-lain.
    • Plus.
      1. Mengganti air vas bunga, tempat minum burung, dan tempat-tempat lainnya seminggu sekali.
      2. Memperbaiki saluran dan talang air yang tidak lancar/rusak. 
      3. Menutup lubang-lubang pada potongan bambu, pohon, dan lain-lain misalnya dengan tanah.
      4. Membersihkan/mengeringkan tempat-tempat yang dapat menampung air, seperti pelepah pisang atau tanaman lainnya termasuk tempat-tempat lain yang dapat menampung air hujan di pekarangan, kebun, dan lain-lain. 
      5. Melakukan larvasidasi, yaitu membubuhkan bubuk pembunuh nyamuk (abate atau lainnya) di tempat-tempat yang sulit dikuras atau di daerah yang sulit air.
      6. Memelihara ikan pemakan jentik nyamuk.
      7. Memasang kawat kasa di jendela dan tempat yang terbuka.
      8. Pencahayaan dan ventilasi rumah harus memadai.

Membersihkan rumah dari binatang penular sangat penting sekali, rumah yang bersih dari binatang penular akan membuat penghuniya nyaman dan kesehatannya selalu terjaga.

Bahaya Makanan Yang Tidak Dicuci atau Dimasak Dengan Baik

Bahaya Makanan Yang Tidak Dicuci atau Dimasak Dengan Baik

Bahan makanan/pangan bisa berbahaya jika tidak dicuci danatau dimasak dengan baik. Buah dan sayuran harus dicuci sampai bersih sebelum diolah. Makanan yang sudah dimasak harus segera disantap atau dipanaskan kembali sesudah disimpan.

Memasak makanan dapat membunuh bibit penyakit. Makanan, khususnya daging ternak dan unggas, harus dimasak hingga matang. Makanan harus segera dihabiskan sesudah dimasak sehingga tidak menjadi tempat berkembang biak bibit penyakit.
  • Jika makanan harus disimpan lebih dari dua jam, makanan tersebut harus disimpan dinginkan atau dipanaskan.
  • Jika makanan yang sudah dimasak tidak segera dimakan, makanan tersebut harus ditutup untuk menghindarkan lalat dan serangga. Jika hendak dimakan makanan harus dipanaskan dahulu.

Makanan mentah terutama daging unggas dan ikan laut biasanya mengandung kuman. Makanan yang sudah dimasak bisa terkena bibit penyakit jika bersinggungan dengan makanan mentah. Jadi, makanan mentah tidak dicampur dengan makanan yang sudah dimasak. Pisau, talenan, dan piring bekas makanan mentah harus selalu dicuci dengan sabun.
  • Perlu perhatian khusus dalam menyiapkan makanan bayi dan anak. Makanan mereka harus selalu baru dan segar. 
  • ASI adalah susu yang teraman dan memiliki kandungan gizi terbaik untuk bayi dan anak. Susu yang diperah dapat disimpan dalam suhu ruangan sampai delapan jam, asal di tempat yang bersih dan tertutup. Semua makanan yang berasal dari unggas harus dimasak sampai matang dan menyeluruh untuk mengindari flu burung. 
  • Buah dan sayur harus dikupas atau dicuci dengan air bersih yang mengalir, khususnya jika hendak diberikan mentah kepada bayi atau anak kecil. Pada buah dan sayur biasanya ada sisa pestisida dan herbisida, yang berbahaya jika termakan. 
  • Cuci tangan dengan air dan sabun setelah menangani makanan mentah.

Mari menjaga kesehatan dengan mencuci tangan sebelum dan sesudah makan.

Mengapa Sebelum Makan Harus Cuci Tangan ?

Mengapa Sebelum Makan Harus Cuci Tangan ?

Semua anggota keluarga, termasuk anak-anak, harus mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir sesudah buang air besar, sebelum menyentuh makanan dan sebelum memberi makan anak.

Kedua tangan harus dibersihkan dengan sabun, diusahakan dengan air bersih yang mengalir. Hal ini akan membunuh bibit penyakit dan menghilangkan kotoran yang akan masuk ke makanan atau mulut. Mencuci tangan dengan sabun juga dapat mencegah infeksi cacing maka sabun harus tersedia di dekat jamban.

Sangatlah penting untuk mencuci tangan dengan sabun setelah buang air besar, setelah membersihkan pantat bayi atau anak yang habis buang air besar, setelah memegang binatang atau makanan mentah.

Tangan harus selalu dicuci dengan air dan sabun sebelum menyiapkan makanan, menyajikan makanan atau sebelum makan, sebelum memberi makan anak dan ibu sebelum menyusui. Anak harus dilatih mencuci tangan dengan sabun sesudah buang air besar dan sebelum makan untuk menghindari penyakit.

Anak-anak sering memasukkan tangan ke dalam mulutnya, jadi penting untuk sering membasuh tangan anak, terutama sesudah mereka bermain di tempat yang kotor atau bersama binatang.

Anak-anak mudah terinfeksi oleh cacing yang dapat menyerap nutrisi dalam tubuh. Cacing dan telur-telurnya terdapat pada tinja dan kencing manusia dan binatang, pada permukaan air dan tanah, dan pada daging yang diolah kurang matang. Anak-anak sebaiknya dilarang bermain di dekat jamban atau tempat pembuangan tinja. Memakai alas kaki jika berada di dekat jamban sehingga dapat mencegah jenis cacing yang biasanya masuk ke dalam tubuh menembus kulit kaki.

Anak-anak yang tinggal di lingkungan yang banyak cacing perlu diberi obat cacing satu atau maksimal dua kali setiap tahun.

Mencuci tangan dengan sabun setelah menangani unggas atau produk unggas, memegang telur dan daging mentah, membersihkan kandang unggas, dapat mencegah tersebarnya kuman, virus Flu Burung (H5N1) dan penyakit influenza lainnya. Flu Burung adalah penyakit menular di kalangan hewan (unggas) yang dapat menular kepada manusia melalui air liur, kotoran, dan lendir unggas yang sakit.