Inilah Dampak Narkoba Bagi Kesehatan, Mengerikan

Inilah Dampak Narkoba Bagi Kesehatan, Mengerikan

Penyalahgunaan narkoba/napza adalah pemakaian obat-obat dan zat-zat berbahaya lainnya dengan maksud bukan untuk tujuan pengobatan atau penelitian, serta digunakan tanpa mengikuti aturan dosis yang benar. Penggunaan narkoba terus menerus dan berlanjut akan mengakibatkan ketergantungan (dependensi) dan kecanduan (adiksi).

Dampak penyalahgunaan NARKOBA


Penyalahgunaan narkoba/napza dapat berakibat buruk pada tubuh, kejiwaaan, dan kehidupan sosial pemakainya, maupun keluarga dan masyarakat umum di sekitarnya.

1. Fisik
Secara fisik organ tubuh yang paling banyak dipengaruhi adalah sistem syaraf pusat (SSP) yaitu otak dan sumsum tulang belakang, organ otonom (jantung, paru, hati, dan ginjal), dan pancaindera (karena pancaindera juga dibawah pengaruh susunan syaraf pusat).

Berikut dampak fisik/jasmani akibat penyalahgunaan narkoba: kejang-kejang, halusinasi, gangguan kesadaran, kerusakan syaraf tepi atau perasa, infeksi akut otot jantung, gangguan peredaran darah, sesak nafas atau kesukaran untuk bernafas.

Akibat jangka panjang: pengerasan jaringan paru-paru, penggumpalan benda asing yang terhirup pada paru-paru, radang lambung, hepatitis, pengerasan dan pengecilan hati, gangguan sistem dan fungsi reproduksi, terinfeksi virus HIV (karena pemakai jarum suntik bersama), dan kematian karena pemakaian berlebih (over dosis).

2. Psikologis atau kejiwaan
Ketergantungan pada narkoba/napza membuat tidak dapat lagi berpikir dan berperilaku normal. Perasaan, pikiran dan perilakunya dipengaruhi oleh zat yang dipakainya. Beberapa zat adiktif membuat seseorang menjadi lebih agresif dan sulit mengontrol diri.

Beberapa gejala: depresi, paranoid (penuh curiga dan khawatir), percobaan bunuh diri, melakukan tindakan kekerasan, dll. Dorongan/kebutuhan untuk memakai narkoba/napza terus menerus sangat nyata pada pemakai yang sudah kecanduan.

Depresi sering muncul akibat rasa bersalah dan putus asa karena gagal berhenti, ditambah adanya sikap menyalahkan atau menyudutkan dari keluarga. Beberapa pemakai ada yang memang sudah mempunyai masalah kejiwaan sebelum mulai menggunakan narkoba, dan narkoba merupakan cara yang dipilihnya untuk mengatasinya. Sering pemakai tidak menyadari rasa nyeri yang dialaminya karena efek analgesik obat yang dipakainya, sehingga pemakain terus berlanjut ke tingkat risiko yang lebih parah.

Gejala psikologis yang biasa dialami pengguna NARKOBA

1. Intoksikasi (keracunan)
Yaitu ketika zat-zat yang digunakan sudah mulai meracuni darah pemakai dan mempengaruhi perilaku pemakai, misalnya tidak lagi bisa berbicara normal, berpikir lambat, dll. (Perilaku orang mabuk adalah salah satu bentuk intoksikasi narkoba/napza).

2. Toleransi
Yaitu istilah yang digunakan untuk menunjukkan bahwa seseorang membutuhkan jumlah obat yang lebih besar agar mendapat efek yang sama. Hal ini terjadi karena batas toleransi tubuh terhadap zat tersebut telah meningkat akibat pemakaian berulang kali. Toleransi juga akan hilang jika gejala putus obat hilang.

3. Gejala putus obat
Adalah keadaan dimana pemakai mengalami berbagai gangguan fisik (rasa sakit) dan psikis, karena tdak memperoleh zat yang biasa dipakainya. Gejalanya antara lain: gelisah, berkeringat, rasa sakit atau kesakitan yang sangat di seluruh tubuh, mual-mual. Gejala putus obat ini menunjukkan bahwa tubuh membutuhkan (kecanduan) zat atau bahan yang biasa diterimanya. Gejala putus obat akan hilang ketika kebutuhan akan zat dipenuhi kembali, atau bila pemakai berhasil terbebas sama sekali dari ketergantungannya pada zat atau obat tersebut.