Faktor Pendorong Mengapa Banyak Orang Menggunakan Narkoba

Mengapa Banyak Orang Menggunakan Narkoba

Pengguna narkoba semakin hari semakin meraja lelas, hal ini sangat mengkhawatirkan. Sebenarnya apa yang menjadi faktor pendukung mengapa banyak orang menggunakan narkoba, simak penjelasannya berikut ini.


Faktor pendorong penyalahgunaan NARKOBA


1. Faktor Individu
Penyalahgunaan narkoba dipengaruhi oleh keadaan mental, kondisis fisik dan psikologis seseorang. Kondisi mental: seperti gangguan kepribadian, depresi, dan retardasi mental, semuanya ini dapat memperbesar kecendrungan orang untuk menyalahgunakan narkoba. Faktor individu ini pada umumnya dipengaruhi oleh 2 aspek:
  • Aspek Biologis, para ahli menemukan bahwa ternyata ada juga faktor yang bersifat genetis yang menjadi penyebab penyalahgunaan NARKOBA. Ditemukan adanya kelainan biokimiawi pada tubuh, yang diperoleh secara genetis, pada orang-orang yang mengalami ketergantungan pada obat atau alkohol.
  • Aspek Psikologis. Berikut aspek psikologis yang secara berdiri sendiri atau bergabung dapat menjadi pendorong terjadinya penyalahgunaan NARKOBA: kebutuhan untuk menekan frustrasi atau dorongan untuk bertindak agresif, ketidakmampuan menunda kepuasan, tidak ada identifikasi seksual yang jelas, kurang kesadaran dan upaya untuk mencapai tujuan-tujuan yang bisa diterima secara sosial/masyarakat, menggunakan perilaku yang menyerempet bahaya untuk menunjukkan kemampuan diri, menekan rasa bosan.

2. Faktor Zat Psikoaktif
Jika seseorang dengan berbagai alasan pernah mempunyai pengalaman atas pengaruh zat-zat tertentu yang memiliki efek psikoaktif, akibat pengalaman, dosis, dan harapan si pemakai, maka ini dapat menjadi pemicu penyalahgunaan obat terlarang. Hal ini menunjukkan bahwa tanpa adanya suatu prasyarat psikopatologi (gangguan kejiwaan), penyalahgunaan NARKOBA dapat terjadi pada pemakai pertama atau lanjutan.

3. Faktor Lingkungan
  • Hubungan keluarga. Keluarga yang memiliki masalah penyalahgunaan NARKOBA sering ditandai dengan adanya ibu yang dominan, over protective (“terlalu melindungi”), ayah yang “memisahkan diri” dan tidak terlibat dalam keluarga atau urusan keluarga. Terdapatnya konflik antara sikap membujuk dan perlindungan yang berlebihan, dengan pengabaian individualitas anak. Juga adanya paksaan orangtua terhadap sukses mendorong anak melarikan diri ke alam impian melalui narkoba/napza.
  • Pengaruh teman. Pengaruh teman sangat besar atas penyalahgunaan narkoba diantara remaja. Hukuman yang diterima dari kelompok teman sebaya (pemukulan dan terutama pengucilan) bagi mereka yang menolak atau mau berhenti, dirasakan remaja lebih berat dari bahaya yang ditimbulkan dari penyalahgunaan narkoba itu sendiri.
  • Pengaruh lingkungan. Penyalahgunaan narkoba sudah lama diketahui sebagai syarat diterimanya seseorang dalam lingkungan tertentu.