Jumat, 06 Oktober 2017

Pornografi Adalah Pembunuh Misterius dan Rahasia

Pornografi Adalah Pembunuh Misterius dan Rahasia

Kecanduan pornografi merupakan tren atau gaya hidup baru yang negatif yang menjadi masalah kesehatan masyarakat di Indonesia. Kecanduan ini sering terabaikan padahal dampaknya pada kerusakan otak lebih besar dibandingkan narkoba. Narkoba merusak tiga bagian otak dan hampir sebagian besar organ dalam tubuh pecandunya, pornografi merusak lima bagian otak.

Kecanduan pornografi adalah perilaku berulang untuk melihat hal-hal merangsang nafsu seksual, yang sering dipicu oleh rasa ingin tahu dikalangan remaja dan dewasa muda, yang dapat merusak otak dan kehidupan seseorang, karena seorang pecandu pornografi tidak sanggup menghentikannya.

Menurut Dr. Mark B. Kastlemaan, pakar adiksi (kecanduan) pornografi dari USA, dan Ahli bedah syaraf dari Rumah Sakit San Antonio, Amerika Serikat, Donald L. Hilton Jr, MD, banyak orang yang mengabaikan dampak pornografi, karena pecandu pornografi lebih sulit dideteksi ketimbang pecandu narkoba.

Pornografi dapat menyebabkan kerusakan pada lima bagian otak, terutama pada Pre Frontal Corteks (bagian otak yang tepat berada di belakang dahi). Kerusakan bagian otak ini akan membuat prestasi akademik menurun, orang tidak bisa membuat perencanaan, mengendalikan hawa nafsu dan emosi, mengambil keputusan dan berbagai peran eksekutif otak sebagai pengendali impuls-impuls. Bagian inilah yang membedakan manusia dengan binatang.

Pada pecandu pornografi, otak akan merangsang produksi dopamin dan endorfin, yaitu suatu bahan kimia otak yang membuat rasa senang dan merasa nyaman. Dalam kondisi normal, zat-zat ini akan sangat bermanfaat untuk membuat orang sehat dan menjalankan hidup dengan lebih baik. Tapi dengan pornografi otak akan mengalami hyper stimulating (rangsangan berlebihan) sehingga otak akan bekerja sangat ekstrem untuk mengasilkan zat otak (dopamine), begitu kerasnya otak bekerja sehingga akhirnya otak mengecil dan rusak permanen (tidak dapat kembali seperti semula).

Mengapa pornografi disebut sebagai “pembunuh rahasia” atau “pembunuh misterius”?

Pornografi merupakan adiksi (kecanduan) baru yang tidak tampak pada mata, tidak terdengar oleh telinga. Pada dasarnya orang yang kecanduan pornografi merasakan hal yang sama dengan pecandu narkoba, yaitu ingin terus memproduksi dopamin dalam otak. Tapi pecandu pornografi bisa memenuhi ‘kebutuhan’ barunya itu dengan lebih mudah, kapan pun dimanapun, bahkan melalui handphone.

Akhirnya, pornografi menjadi adiksi (kecanduan) yang membunuh pecandunya, bahkan kadang tanpa disadari orang disekelilingnya. Oleh karena itu, diperlukan suatu pembinaan dan pengawasan dari semua kalangan, khususnya untuk anak-anak, remaja dan dewasa muda, agar bisa terhindar dari bahaya kecanduan baru, Khususnya dengan meratakan informasi dari dampak pornografi yang permanen pada otak pecandunya.

Artikel Terkait