Sabtu, 07 Oktober 2017

Stigma dan Diskriminasi Hiv Aids

Tags

Stigma dan Diskriminasi Hiv Aids

Tidak boleh satu pun anak dengan HIV atau ODHA atau orang yang terkena dampak HIV dicap buruk dan didiskriminasi. Orang tua, guru, dan para pemimpin mempunyai peranan penting dalam pendidikan dan pencegahan dan dalam mengurangi ketakutan, cap buruk, dan diskriminasi.

Mendidik anak-anak, keluarga, dan masyarakat tentang HIV merupakan cara terbaik untuk mengurangi ketakutan, cap buruk, dan diskriminasi terhadap anak dengan HIV, ODHA, serta mereka yang terkena dampak HIV, begitu pula terhadap rasa takut dan cap buruk pada diri mereka sendiri.

Anak-anak, orang tua, anggota keluarga lainnya, guru, masyarakat, organisasi berbasis keagamaan, pemuka masyarakat, pejabat setempat serta pemerintah mempunyai peran yang menentukan dalam pendidikan dan pencegahan HIV , dalam mengurangi rasa takut, pengucilan, cap buruk, dan diskriminasi.

Pencegahan dan pendidikan HIV
  1. Meningkatkan kesadaran dan dukungan terhadap hak anak dan anggota keluarga yang hidup atau terkena dampak HIV. Anak-anak, remaja, dan orang dewasa dengan HIV yang hidup atau terkena dampak HIV mempunyai hak sama dengan orang lain terhadap pendidikan, pelayanan kesehatan, perumahan, dan pencitraan yang benar dalam media. Mereka juga harus memiliki akses dan perlakuan yang adil dan setara dalam sistem hukum.
  2. Memastikan agar semua anak dan kaum muda mengerti risiko HIV dan tahu bahwa mereka tidak akan tertular melalui hubungan sosial biasa dengan ODHA. Anak-anak dan kaum muda perlu diberi informasi bahwa HIV belum dapat disembuhkan dan belum ada vaksinnya, tetapi ODHA dapat hidup sehat dan produktif dengan pengobatan ARV. Penting untuk dimengerti bagaimana mencegah penularan HIV dan bagaimana melindungi diri dan orang-orang terdekat.
  3. Memberdayakan kaum muda untuk dapat mengambil keputusan kapan berhubungan seks atau tidak dan perlunya menggunakan kondom. Bicara dan mendengar pendapat kaum muda sangat penting untuk memahami situasi mereka dan bagaimana sebaiknya membekali mereka dengan perlindungan, perawatan, dan dukungan. Kadang-kadang aneh untuk orang dewasa membicarakan isu-isu seks dengan anak-anak dan remaja. Salah satu cara memulai diskusi dengan anak usia sekolah adalah bertanya kepada mereka apa yang sudah mereka ketahui tentang HIV dan AIDS. Jika ada informasi mereka yang salah maka itulah kesempatan memberi informasi yang benar kepada mereka.
  4. Menggali gagasan dan memberi pedoman bagaimana anak-anak, remaja, dan kaum muda dapat menunjukkan kepedulian dan persahabatan dengan anak-anak dan keluarga yang diketahui hidup dengan HIV atau terkena dampak HIV.


Pemerintah bertanggung jawab untuk memastikan adanya perlindungan hak anak dan keluarganya yang tertular atau terkena dampak HIV dan bekerjasama dengan keluarga, masyarakat, organisasi masyarakat, serta organisasi berbasis keagamaan.

Ketika AIDS terjadi dalam kemiskinan yang parah, konflik, atau keluarga besar, dukungan komprehensif kepada semua anak yatim dan anak-anak yang rentan adalah kebijakan yang baik dan hemat biaya. Anak-anak dengan HIV atau yang terkena dampak HIV harus sepenuhnya masuk dalam strategi dan hak mereka harus dilindungi, termasuk hak pribadi, kerahasiaan, dan non diskriminasi.

Banyak anak hidup dalam keadaan yang sulit tanpa perlindungan penuh terhadap hak-haknya. Mereka bisa saja tertular atau berisiko terpapar HIV. Mereka bisa saja anak jalanan, atau tinggal di panti asuhan, atau dalam kemiskinan yang parah atau situasi di mana mereka dieksploitasi. Anak-anak tersebut memiliki hak untuk hidup dalam suatu keluarga.

Keluarga mereka mungkin membutuhkan pertolongan untuk tetap bersatu dan atau tinggal bersama. Anak-anak ini harus menerima dukungan untuk bisa sekolah atau mendapatkan pelatihan kerja. Mereka juga harus mendapat dukungan untuk mendapatkan akses terhadap pelayanan kesehatan dan gizi begitu juga hukum dan pelayanan kesejahteraan sosial.

Pemerintah setempat ,organisasi masyarakat dan keagamaan dapat membantu ibu, ayah, pengasuh lainnya, anak-anak, dan remaja yang hidup dengan atau terkena dampak HIV agar mereka memahami hak-haknya dan mengerti cara mengadvokasi untuk kepentingan mereka terhadap sistem hukum dan administrasi serta terhadap instansi pemerintah yang bertanggungjawab dalam kebijakan, program, dan pelayanan.

Artikel Terkait