Jumat, 06 Oktober 2017

Waspadai dan Kenali Ciri Ciri Pemakai Narkoba

Tags

Waspadai dan Kenali Ciri Ciri Pemakai Narkoba

Semakin banyak saja pengguna narkoba, sudah tidak mengenal situasi. Siapa saja bisa terkena penyalah gunaan narkoba, terutama para remaja. untuk itu kita harus mewaspadainya.

Siapakah yang berisiko menjadi penyalah guna narkoba?

  • Risiko kecil. Ini terjadi pada remaja dan kaum muda yang memiliki karekateristik atau ciri-ciri sebagai berikut:
    • Sehat secara fisik maupun mental, kehidupan agama yang religius
    • Mempunyai kemampuan penyesuaian atau adaptasi sosial yang baik
    • Tidak berkepanjangan larut dalam gejolak emosi seperti rasa marah dan kecewa. Dapat dengan cepat kembali dalam emosi yang normal
    • Memiliki sifat jujur dan bertanggung jawab
    • Mempunyai cita-cita yang rasional
    • Dapat mengisi waktu senggang secara positif
  • Risiko besar (potensial user), yaitu anak, remaja dan kaum muda yang memiliki karakteristik sebagai berikut:
    • Mempunyai sifat mudah kecewa, untuk mengatasinya cenderung agresif dan destruktif
    • Bila mempunyai keinginan tidak bisa menunggu, menuntut kepuasan segera
    • Pembosan, sering merasa tertekan. Murung dan tidak sanggup berfungsi dalam hidup sehari-hari
    • Suka mencari sensasi. Melakukan hal-hal yang berbahaya/mengandung risiko
    • Kurang dorongan dari dalam diri untuk berhasil dalam pendidikan, pekerjaan atau kegiatan lain, prestasi belajar buruk, partisipasi dalam kegiatan ekstrakurikuler kurang, kurang berolahraga, dan cenderung makan berlebihan
    • Mempunyai rasa rendah diri, kecemasan, obsesi, apatis, menarik diri dari pergaulan atau hiperaktif, depresi, kurang mampu menghadapi stress
    • Suka tidur larut malam
    • Ada riwayat penyimpangan perilaku hubungan seksual dini, putus sekolah, dan perilaku antisosial pada usia dini (agresivitas, membohong, mencuri, mengabaikan peraturan, mulai merokok pada usia dini)
    • Merasa hubungan dalam keluarga kurang dekat, ada keluarga yang alkoholik atau pemakai obat-obatan
    • Berteman dengan alkoholik/penyalahguna narkoba, kehidupan agama kurang religius
  • Coba-coba. Kontak pertama dengan narkoba seperti ganja dll. sering terjadi pada usia remaja. Berkumpul bersama teman sebaya lalu bila salah seorang menghisap ganja maka yang lainpun akan mencobanya, mungkin sekedar ingin tahu, atau menunjukkan “kehebatannya”. Kebanyakan tidak melanjutkan pengalaman pertama ini. Beberapa kemudian melanjutkan proses eksperimentasi atau coba-coba ini dengan zat-zat lain dengan cara yang lebih canggih.
  • Kadang-kadang. Setelah tahap coba-coba, sebagian melanjutkan pemakaian narkoba ini sampai menjadi bagian dari kehidupan seharihari. Karena pemakaiannya masih terbatas (kadang-kadang), maka tidak ada perubahan mendasar yang dialami pemakai, sehingga mereka masih dapat bersekolah atau bekerja seperti biasa.
  • Ketagihan. Pada tahap ini frekuensi (jarak pemakaian), jenis dan dosis narkoba yang dipakai telah meningkat, termasuk bertambahnya pemakaian bahan-bahan berisiko tinggi. Gangguan fisik, mental dan sosial yang diakibatkannya semakin nyata. Meski demikian, bagi beberapa pemakai dengan bantuan yang sesuai, masih bisa berhenti pada tahap ini.
  • Ketergantungan. Ketergantungan merupakan bentuk ekstrim dari ketagihan. Upaya untuk mendapatkan narkoba dan memakainya secara teratur, menjadi tujuan utamanya sehari-hari, hal ini mengalahkan semua kegiatan hidup lainnya. Kondisi fisik dan mental terus menerus menurun, hidup sudah kehilangan makna, yang terpenting adalah mendapat zat-zat yang dibutuhkannya. Pemakai dalam tahap ini selalu membutuhkan obat/narkoba tertentu yang menjadi kebiasaannya agar dapat berfungsi

Ciri-ciri remaja dan kaum muda yang sudah kecanduan NARKOBA

  • Sifat mudah kecewa dan punya kecenderungan menjadi agresif dan destruktif.
  • Perasaan rendah diri (low self esteem).
  • Tidak sabar (tidak bisa menunggu) yang berlebihan.
  • Suka mencari sensasi (melakukan yang berbahaya dan berisiko) yang berlebihan.
  • Cepat merasa bosan, tertekan, murung, dan merasa tidak sanggup berfungsi dalam kehidupan sehari-hari.
  • Keterbelakangan mental
  • Kurangnya motivasi atau dorongan dari dalam diri untuk mencapai suatu keberhasilan dalam pendidikan, pekerjaan, atau dalam lapangan kegiatan lainnya.
  • Prestasi belajar menurun
  • Kurang berpartisipasi dalam kegiatan ekstrakurikuler
  • Cenderung sering cemas, terobsesi, apatis, menarik diri dari pergaulan, depresi, kurang mampu menghadapi tekanan, atau sebaliknya hiperaktif.
  • Cenderung mengabaikan peraturan.
  • Putus sekolah pada usia dini. Perilaku antisosial pada usia dini (mencuri, berbohong dan kenakalan remaja lainnya).
  • Sukar tidur pada malam hari.
  • Kurang suka berolahraga.
  • Mempunyai persepsi bahwa hubungan dalam keluarga kurang dekat walau kenyataannya seringkali tidak demikian.
  • Ada anggota keluarga yang tergolong peminum alkohol berat atau pemakai narkoba.
  • Berkawan dengan peminum berat atau pemakai narkoba.
  • Sudah mulai merokok pada usia dini/sangat dini dibanding rata-rata perokok lainnya.
  • Kehidupan keluarga atau dirinya yang kurang religius.

Kenali Gejala Dini Pemakai Narkoba


1. Tanda-tanda Fisik
  • Kesehatan fisik menurun
  • Penampilan diri menurun
  • Badan kurus, lemah, malas, nafsu makan tidak ada
  • Suhu badan tidak beraturan
  • Pernafasan lambat dan dangkal
  • Pupil mata mengecil
  • Warna muka membiru
  • Kejang otot
  • Kesadaran makin lama makin menurun

2. Tanda-tanda di Sekolah
  • Membolos sekolah, tidak disiplin
  • Perhatian terhadap lingkungan tidak ada
  • Sering kelihatan mengantuk di sekolah
  • Sering keluar dari kelas pada jam pelajaran, dengan alasan ke kamar mandi
  • Sering terlambat masuk ke kelas setelah jam istirahat
  • Prestasi di sekolah tiba-tiba menurun secara mencolok
  • Sekali-kali dijumpai dalam keadaan mabuk, bicara pelo (cadel) dan jalan sempoyongan/limbung
  • Meninggalkan hobi-hobinya (kegiatan ekstrakurikuler, dan olahraga yang dulu digemarinya)
  • Mengeluh karena menganggap keluarga di rumah tidak memberikan perhatian, atau terlalu menegakkan disiplin
  • Mulai sering berkumpul dengan anak-anak yang bermasalah di sekolah
  • Mudah tersinggung dan mudah marah di sekolah
  • Sering bohong

3. Tanda-tanda di Rumah
  • Membangkang terhadap teguran orangtua
  • Semakin jarang ikut kegiatan keluarga
  • Berganti teman dan tidak atau jarang mau mengenalkan teman-temannya
  • Mulai melupakan tanggung jawab rutinnya di rumah
  • Tidak mau mempedulikan peraturan keluarga
  • Sering pulang malam, dan sering menginap di rumah teman
  • Sering pergi ke disco, mal atau tempat kluyuran lainnya
  • Pola tidur berubah, pagi sukar dibangunkan, malam begadang
  • Bila ditanya sikapnya defensif dan penuh kebencian
  • Menghabiskan uang tabungannya dan selalu kehabisan uang
  • Sering mencuri uang dan barang-barang berharga dari rumah (ini sering tidak diketahui orangtua)
  • Sering merongrong keluarganya untuk minta uang dengan berbagai alasan (alasan untuk bayar keperluan sekolah dan lain-lain)
  • Malas mengurus diri (membereskan kamar dan tempat tidur sendiri, malas mandi dan gosok gigi, malas membantu)
  • Mudah tersingung dan mudah marah
  • Menarik diri, dan mengurung diri di kamar
  • Sering berbohong
  • Menghindar dari pertemuan keluarga, karena takut ketahuan, menolak makan bersama
  • Bersikap kasar terhadap anggota keluarga jika merasa dibandingkan
  • Sekali-kali dijumpai dalam keadaan mabuk, bicara pelo (cadel) dan jalan limbung/ sempoyongan
  • Ada obat-obatan, kertas timah, bau-bauan yang tidak biasa di rumah (terutama kamar mandinya atau kamar tidurnya), atau ditemukan jarum suntik. Namun ia akan bersikeras mengatakan bahwa barang-barang itu bukan miliknya

Artikel Terkait