Pesan Gizi Seimbang Untuk Anak 6-24 Bulan


Lanjutkan pemberian ASI sampai umur 2 tahun


Pemberian ASI dilanjutkan hingga usia 2 tahun, oleh karena ASI masih mengandung zat-zat gizi yang penting walaupun jumlahnya tidak memenuhi kebutuhan. Disamping itu akan meningkatkan hubungan emosional antara ibu dan bayi serta meningkatkan sistem kekebalan yang baik bagi bayi hingga ia dewasa.

Pemberian ASI bisa dilakukan dengan beberapa cara
  1. Pertama adalah dengan menyusu langsung pada payudara ibu. Ini adalah cara yang paling baik karena dapat membantu meningkatkan dan menjaga produksi ASI. Pada proses menyusui secara langsung, kulit bayi dan ibu bersentuhan, mata bayi menatap mata ibu sehingga dapat terjalin hubungan batin yang kuat.
  2. Kedua adalah dengan memberikan ASI perah jika ibu bekerja atau terpaksa meninggalkan bayi, ASI tetap dapat diberikan kepada bayi, dengan cara memberikan ASI perah.

Cara memerah ASI
1. Sebelum memerah ASI terlebih dahulu disiapkan wadah untuk ASI perah dengan cara :
  • Pilih cangkir, gelas atau kendi bermulut lebar
  • Cuci cangkir tersebut dengan sabun dan air
  • Tuangkan air mendidih ke dalam cangkir tersebut, dan biarkan beberapa menit. Air mendidih akan membunuh sebahagian besar bakteri
  • Bila telah siap memerah ASI, tuangkan air dari cangkir tersebut
2. Letakan jari dan ibu jari di tiap sisi areola dan tekan ke dalam ke arah dinding dada
3. Tekan di belakang puting dan areola di antara ibu jari dan telunjuk
4. Tekan dari samping untuk mengosongkan semua bagian

Cara menyimpan ASI perah
  1. ASI perah dapat bertahan di suhu ruang selama 6-8 jam
  2. ASI perah dapat disimpan di lemari pendingin selama 3-8 hari, jika diperlukan penyimapanan jangka panjang dapat dimasukkan ke dalam freezer untuk disimpan selama 3-6 bulan.
  3. Letakan ASI perah di bahagian dalam freezer atau lemari pendingin, bukan di dekat pintu agar tidak mengalami perubahan dan variasi suhu.
  4. Bila di rumah tidak memiliki lemari pendingin atau freezer,maka ASI perah bisa disimpan di dalam termos yang berisi es untuk jangka waktu 24 jam.

Cara Memberikan ASI perah
Cara yang paling baik memberikan ASI perah adalah dengan menggunakan cangkir, sendok atau pipet. Dot tidak dianjurkan karena memiliki efek negatif. Bayi akan bingung puting. Karena bayi yang terbiasa menggunakan dot biasanya tidak akan mau menyusu pada payudara ibu.

Hal yang perlu diperhatikan sebelum memberikan ASI perah
  • ASI perah dingin dihangatkan dengan cara merendam wadah ASI perah kedalam baskom berisi air hangat.
  • ASI perah beku perlu dicairkan di lemari pendingin dahulu sebelum dihangatkan
  • Jangan merebus ASI perah atau menghangatkan ASI menggunakan air mendidih.
  • Jangan membekukan kembali ASI perah yang sudah mencair
  • Tidak ada alasan untuk membuang ASI kecuali bayi menolak.

Berikan Makanan Pendamping ASI (MP-ASI) mulai Usia 6 bulan


Selain ASI diteruskan harus memberikan makanan lain sebagai pendamping ASI yang diberikan pada bayi dan anak mulai usia 6 sampai 24 bulan. MP-ASI yang tepat dan baik merupakan makanan yang dapat memenuhi kebutuhan gizi terutama zat gizi mikro sehingga bayi dan anak dapat tumbuh kembang dengan optimal.

MP-ASI diberikan secara bertahap sesuai dengan usia anak, mulai dari MP-ASI bentuk lumat, lembik sampai anak menjadi terbiasa dengan makanan keluarga.

MP-ASI disiapkan keluarga dengan memperhatikan keanekaragaman pangan. Untuk memenuhi kebutuhan zat gizi mikro dari MP-ASI keluarga agar tidak terjadi gagal tumbuh, perlu ditambahkan zat gizi mikro dalam bentuk bubuk tabur gizi seperti taburia.

Berdasarkan komposisi bahan makanan MP-ASI dikelompokkan menjadi dua yaitu :
  1. MP-ASI lengkap yang terdiri dari makanan pokok, lauk hewani, lauk nabati, sayur dan buah
  2. MP-ASI sederhana yang terdiri dari makanan pokok, lauk hewani atau nabati dengan sayur atau buah.

MP-ASI yang baik apabila:
  1. Padat energi, protein dan zat gizi mikro yang sudah kurang pada ASI (Fe, Zinc, Kalsium, Vit. A, Vit. C dan Folat)
  2. Tidak berbumbu tajam, menggunakan gula, garam, penyedap rasa, pewarna dan pengawet secukupnya.
  3. Mudah ditelan dan disukai anak dan
  4. Tersedia lokal dan harga terjangkau